Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan kepala keluarga di Kecamatan Solokanjeruk dan Kecamatan Majalaya terkena dampak banjir bandang setelah tanggul di Sungai Cisunggalah jebol pada Kamis (12/2/2026) dini hari tadi.
Berdasarkan data sementara dari hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung tercatat ada sekitar 310 kepala keluarga dengan total 660 jiwa yang terdampak akibat jebolnya tanggul tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud mengatakan bahwa warga yang terdampak tersebut berasal dari Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk dan Desa Bojong, Kecamatan Majalaya.
Meskipun demikian, Desa Bojong menjadi yang terdampak, lantaran tanggul yang jebol tersebut berada di daerah itu. Sehingga untuk saat ini, BPBD hingga para pihk terkait sedang melakukan proses pembersihan di sekitar lokasi terdampak.
Baca juga: Sungai Cilutung Meluap, 370 Rumah di 3 Desa di Tomo Sumedang Terendam Banjir Hingga 1 Meter
"Awalnya itu setelah kejadian jalanan ini tertutup lumpur dan sampah. Jadi saat ini sudah mulai terbuka akses jalur. Yang peting itu dulu, untuk buka jalur," ujarnya kepada Tribun Jabar saat ditemui di Desa Bojong, Kamis (12/2/2026).
Lebih lanjut, Asep mengungkapakan bahwa pihaknya saat ini masih terus melakukan asesmen. Dan untuk sementara, bangunan rumah yang rusak tercatat ada 12 unit, di mana 5 diantaranya mengalami rusak berat dan 7 lainnya rusak sedang.
"Dari dua desa yang mengalami dampak, Alhamdulillah saat ini kami belum mendapatkan laporan ada korban jiwa dari kejadian dini hari tadi," katanya.
Mengenai penanganan material lumpur yang cukup tebal di lokasi terdampak, Asep mengatakan, pihaknya mengerahkan empat unit dump truck. Selain itu, penggunaan alat berat juga diupayakan guna mempercepat proses pembersihan
"Kami juga kalau dimungkinkan untuk penggunaan alat berat, kami akan dorong untuk loader ke sini. Tapi untuk unit tadi untuk pengangkutan, empat unit dump truck sudah dikerahkan ke sini," ucapnya.