TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Persik Kediri akan menjalani laga kandang namun rasa tandang ketika menjamu PSIM Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).
Laga ini akan menjadi laga penting Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2025/2026.
Meski berstatus tuan rumah, Macan Putih tidak bisa bermain di Stadion Brawijaya Kediri dan harus memindahkan pertandingan ke Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.
Pertandingan tersebut juga dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Situasi 'kandang rasa tandang' ini menjadi tantangan tersendiri bagi Persik Kediri.
Namun, tim tetap membidik hasil maksimal demi menjaga momentum positif yang sedang mereka bangun di putaran kedua kompetisi.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menegaskan bahwa target utama tim adalah meraih tiga poin penuh. Ia ingin anak asuhnya terus melanjutkan tren positif yang telah diraih dalam beberapa laga terakhir.
"Ada atau tidak ada suporter, kami tahu mereka selalu mendukung dan mendoakan kami, meskipun dari balik layar televisi. Tentu itu menjadi motivasi besar bagi kami untuk memberikan hasil terbaik kepada para fans," jelas Marcos, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Pasca Pemotor Tewas Tertabrak KA, Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Srengat Blitar Ditutup
Pelatih asal Spanyol tersebut juga mengingatkan para pemain agar tetap fokus menghadapi PSIM Yogyakarta. Ia menilai tim lawan akan datang dengan motivasi tinggi untuk bangkit setelah hasil kurang maksimal di pertandingan sebelumnya.
"PSIM tentu akan berusaha tampil lebih baik. Namun, kami juga akan berjuang keras untuk memenangkan pertandingan ini dan bermain sebagai satu tim," tegasnya.
Persik Kediri sendiri tengah dalam tren positif usai meraih dua kemenangan beruntun di laga kandang terakhir.
Mereka berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-2 dan menundukkan Dewa United 2-1, hasil yang meningkatkan kepercayaan diri skuad Macan Putih.
Meski demikian, Marcos menilai konsistensi menjadi kunci utama untuk mempertahankan performa. Ia mengingatkan bahwa mempertahankan kemenangan tidaklah mudah, sehingga fokus dan kerja sama tim harus tetap terjaga.
"Tidak mudah mempertahankan tren kemenangan. Karena itu, kami harus tetap fokus dan bekerja sama," ucapnya.
Menurut Marcos, setiap pertandingan memerlukan pendekatan dan strategi yang berbeda, termasuk saat menghadapi PSIM Yogyakarta. Tim pelatih telah menyiapkan rencana permainan yang disesuaikan dengan karakter lawan.
"Kami harus menyiapkan game plan terbaik dan melakukan pendekatan yang tepat untuk menghadapi PSIM Jogja," tambahnya.
Meski berstatus tuan rumah, Marcos mengakui atmosfer pertandingan tetap menantang karena digelar di luar Kediri dan tanpa penonton.
Ia pun meminta para pemain tampil disiplin serta menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
"Ini laga home, tetapi tidak sepenuhnya seperti bermain di kandang sendiri. Karena itu, kami harus tetap waspada dan fokus penuh," ujarnya.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik