Jet Tempur F-16 dan Super Tucano Mendarat di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Ini Kata Wamenhan
Welly Hadinata February 12, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM – Langit Lampung dan sekitarnya diramaikan pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) pada Rabu (11/2/2026).

Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk pesawat Super Tucano dan jet tempur F-16, terlihat bermanuver di atas ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).

Kehadiran pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari uji coba pendaratan di ruas tol yang dikelola PT Hutama Karya (Persero).

Berdasarkan tayangan yang disiarkan Kompas TV, pesawat Super Tucano menjadi yang pertama melakukan uji coba pendaratan.

Sebelum mendarat sempurna, Super Tucano sempat melakukan dua kali pendekatan.

Pada percobaan ketiga, pesawat berhasil mendarat dengan lancar dan disambut tepuk tangan perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI AU, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta pihak terkait lainnya.

Hal serupa dilakukan jet tempur F-16. Pesawat tersebut juga melakukan dua kali percobaan sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan sempurna pada kesempatan ketiga.

Bagian dari Sistem Pertahanan Semesta

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengatakan, uji coba tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem pertahanan nasional.

“Semua dilaporkan dalam kondisi aman. Apa yang kita rencanakan berhasil dengan aman dan lancar,” ujar Donny di lokasi.

Ia menjelaskan, Indonesia menganut sistem pertahanan semesta, di mana pertahanan negara tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI, tetapi melibatkan seluruh elemen bangsa.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan amanat Pasal 27 dan 30 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Menurut Donny, uji coba tersebut merupakan bentuk sinergi antara Kemenhan, Kementerian PU, TNI AU, dan pengelola jalan tol dalam mendukung kepentingan pertahanan negara.

Roadmap Tol Multifungsi

Ke depan, Kemenhan berencana mengembangkan jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan pesawat tempur di sejumlah wilayah Indonesia.

“Tidak hanya di sini. Di beberapa tempat lain di Indonesia, kita akan bangun jalan tol yang juga dapat difungsikan sebagai runway,” kata Donny.

Ia menyebut, pihaknya telah menyiapkan peta jalan (roadmap) pembangunan jalan tol maupun jalan nasional yang memenuhi syarat teknis untuk difungsikan sebagai landasan darurat.

Konsep ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan banyak alternatif pangkalan udara. “Kalau satu pangkalan diserang, kita masih punya alternatif yang cukup banyak,” ujarnya.

Target Satu Alternate Runway per Provinsi

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono berharap setiap provinsi memiliki minimal satu lokasi alternatif yang dapat difungsikan sebagai landasan pacu pesawat tempur.

Menurut Tonny, ruas jalan yang dapat dijadikan alternatif runway harus memiliki panjang sekitar 3.000 meter dan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

“Safety yang terpenting. Pengembangan ke depan seperti perlengkapan penerbangan tentu masih memerlukan kajian mendalam,” kata Tonny.

Ia menegaskan, penggunaan jalan tol sebagai landasan bersifat sementara dan situasional, serta tidak akan mengubah fungsi utama jalan tol itu sendiri.

“Tidak digunakan secara terus-menerus. Hanya apabila dibutuhkan,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.