Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Halaman 188 Kurikulum Merdeka Revisi
Rizka Pratiwi Utami February 12, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM - Berikut ini kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 188 Kurikulum Merdeka Revisi

Sekarang bacalah teks biografi singkat tentang B.J. Habibie berikut dan paparkan tanggapan kalian kepada teman.

B.J. Habibie, Perpaduan Kecerdasan dan Kekuatan Tekad

Oleh: Eugenia Rakhma Subarna

Siapa yang tidak kenal dengan Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih sering dipanggil dengan nama B.J. Habibie?

Beliau adalah salah satu putra bangsa berprestasi yang dikenal karena kecerdasannya, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain.

Selain keahliannya di bidang teknologi pesawat terbang dan penemu rumus Faktor Habibie, pria kelahiran Pare-Pare, 25 Juni 1936 ini juga pernah menjabat sebagai Presiden indonesia yang ke-3.

Sejak kanak-kanak, Habibie yang memiliki kegemaran menunggang kuda dan membaca ini memang sudah dikenal sangat cerdas.

Apakah cukup kecerdasan untuk meraih sukses? Ternyata tidak. Mari kita simak perjalanan hidup Bapak Teknologi Indonesia ini lebih lanjut.

Kehilangan dan Perjuangan

Habibie tumbuh dalam keluarga besar dengan tujuh saudara.

Ia adalah anak keempat. Ayahnya bernama Alwi Abdul Jalil Habibie, seorang ahli pertanian. Sang Ibu, R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah seorang spesialis mata.

Namun, pada usia yang masih sangat muda, yaitu 14 tahun, Habibie harus kehilangan ayahnya yang terkena serangan jantung.

Hal ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan Habibie.

Tak hanya pindah ke Kota Bandung, ia pun melihat perjuangan ibunya yang harus membanting tulang untuk membiayai kehidupan mereka.

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD Halaman 139 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Peta Konsep Denah BAB 5

Pengakuan dan Penghargaan

Habibie menemukan rumus yang dapat menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang.

Rumus ini dinamai "Faktor Habibie", yang merupakan salah satu prestasi Habibie yang paling terkenal sehingga ia dijuluki sebagai Mr. Crack.

Dengan kegeniusannya ini, tak heran jika beliau mendapat banyak penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pada tahun 1967, Habibie mendapat gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar ITB, serta Ganesha Praja Manggala, yaitu penghargaan dari ITB. Dari lembaga internasional, Habibie pun mendapatkan banyak pengakuan.

Mulai dari Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt, yakni lembaga penerbangan di Jerman, The Royal Aeronautical Society London yang ada di Inggris, The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace di Prancis, The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences di Swedia dan bahkan The US Academy of Engineering di Amerika Serikat. Habibie juga berhasil meraih penghargaan yang hampir setara Hadiah Nobel, yaitu Edward Warner Award serta Award von Karman.

Nah, itu dia hal-hal positif dan inspiratif yang dapat kalian contoh dari orang paling cerdas di Indonesia, B.J. Habibie.

Sama seperti yang pernah beliau katakan, "... Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal-hal buruk di hidupmu."

Kalian telah membaca teks bacaan tentang Bapak Habibie di atas.

Sekarang paparkan tanggapan kalian kepada teman. Setelah itu, diskusikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dengan teman-teman kalian.

1. Apakah tema yang diangkat penulis menarik minat pembaca?

2. Apakah penulis telah memunculkan keunikan tokoh?

3. Apakah isi tulisan tersebut mudah dipahami?

4. Apakah tulisan tersebut memberikan pesan yang berguna untuk dapat kalian amalkan dalam kehidupan sehari-hari?

Jawaban:

1. Ya, tema sudah tersirat dari pemilihan judulnya, yaitu tentang perpaduan antara kecerdasan dan kekuatan tekad B.J. Habibie dalam meraih kesuksesan.

2. Ya, terutama tentang sikap bekerja keras dan pantang menyerah meskipun berada dalam keadaan yang sulit dan penuh keterbatasan.

3. Ya. Bahasa yang digunakan komunikatif, seperti mengajak mengobrol. Kalimat yang digunakan pendek-pendek dan runut sehingga mudah dipahami. Selain itu, alur ceritanya disusun secara berurutan sehingga pembaca tidak kesulitan mengikuti isi teks.

4. Ya, saya paling menyukai kutipan dari Pak Habibie di akhir kisah, "...Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal-hal buruk di hidupmu." Hal ini membuat saya menyadari bahwa kesulitan itu bukan halangan, tetapi justru kesempatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.