Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pelindo Group Ambon terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pelabuhan.
Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026, Pelindo Group Ambon menggelar Sosialisasi dan Simulasi Basic Life Support (BLS) serta edukasi pencegahan Virus Nipah, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 2 Pelindo Ambon, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dan diikuti oleh puluhan karyawan internal Pelindo.
General Manager Pelindo Regional 4 Ambon, Zahlan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapsiagaan pekerja menghadapi kondisi darurat di area kerja pelabuhan.
“Kami melaksanakan kegiatan ini pada dasarnya berkaitan dengan Bulan K3 tahun 2026. Salah satu pengisiannya adalah mengingatkan kembali karyawan melalui sosialisasi basic life support atau tata cara penanganan pertama manakala terjadi gejala atau kecelakaan bagi para pekerja,” ujar Zahlan.
Menurutnya, pelabuhan sebagai salah satu fasilitas vital nasional memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi, sehingga pemahaman dasar terkait pertolongan pertama menjadi kebutuhan mutlak bagi seluruh pekerja.
Tak hanya itu, Pelindo Group Ambon juga mengaitkan kegiatan Bulan K3 dengan isu kesehatan nasional, khususnya antisipasi penyebaran Virus Nipah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah.
“Isu virus Nipah ini dititikberatkan pada dua fasilitas vital, yakni bandara dan pelabuhan. Karena itu, kami secara internal mulai mensosialisasikan apa saja gejala virus Nipah dan bagaimana langkah pencegahannya,” jelasnya.
Baca juga: Soal Panggilan Kejari Maluku Tengah, Arman Mualo: Tunda Hari Selasa Depan
Baca juga: 25 Ribu Peserta BPJS PBI di Ambon Dinonaktifkan, Wali Kota: Layanan Warga Miskin Tetap Berjalan
Zahlan menambahkan, sosialisasi serupa sebenarnya telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya, tidak hanya kepada karyawan Pelindo.
Tetapi juga kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang setiap hari berinteraksi langsung di kawasan pelabuhan.
“Pekerja TKBM juga sudah kami libatkan, karena mereka merupakan bagian penting dari aktivitas pelabuhan dan berisiko tinggi jika tidak memiliki pemahaman yang cukup,” katanya.
Namun demikian, Zahlan menegaskan bahwa upaya pencegahan penyakit menular di kawasan pelabuhan idealnya dilakukan secara lintas sektor.
“Secara umum, ke depan kami berharap sosialisasi antar instansi di dalam pelabuhan, termasuk kepada pengguna jasa dan penumpang, bisa dikoordinasikan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan atau karantina, serta unsur pemerintah lainnya,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan edukasi kesehatan di fasilitas negara seperti pelabuhan dan bandara harus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi.
“Hal-hal seperti ini dalam kaitannya dengan Bulan K3 selalu kami laksanakan secara rutin, hanya saja bentuk dan jenis kegiatannya bervariasi,” tambah Zahlan.
Belum Ada Indikasi Virus Nipah di Ambon
Terkait kondisi terkini, Pelindo Group Ambon memastikan belum ditemukan adanya indikasi atau kasus Virus Nipah di wilayah Pelabuhan Ambon.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya potensi risiko jika pengawasan tidak dilakukan secara intensif.
“Bisa saja potensi itu ada, tetapi ketidaktahuan sering kali karena tidak dilakukan deteksi dini terhadap pengunjung atau pengguna pelabuhan, dalam hal ini penumpang dan masyarakat yang beraktivitas,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pelindo Group Ambon menilai penguatan pengawasan dan deteksi dini oleh instansi kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan pelabuhan tetap aman dan bebas dari penyakit menular.
Mengenal Virus Nipah
Sebagai informasi, Virus Nipah (NiV) merupakan virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1999 dalam wabah yang melanda Malaysia dan Singapura.
Virus Nipah ditularkan melalui:
-Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, terutama kelelawar buah dan babi
-Konsumsi buah atau produk buah yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar
-Kontak erat dengan cairan tubuh manusia yang terinfeksi
Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muntah, yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga ensefalitis akut.
Tingkat kematian akibat virus ini tergolong tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen, dan hingga kini belum tersedia vaksin atau obat khusus.
Dengan kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, Pelindo Ambon berharap seluruh pekerja dan pemangku kepentingan di pelabuhan semakin waspada, sigap, dan memiliki pemahaman yang cukup dalam menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun ancaman penyakit menular.(*)