TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kehadiran Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang diharapkan mampu meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat peradaban dan ruang belajar publik yang inklusif.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menjelaskan bahwa perpustakaan daerah sebelumnya telah berdiri sejak 2005 di Jalan M Yamin. Saat itu, layanan masih terbatas dengan satu ruangan dan koleksi buku yang belum memadai.
“Perpustakaan merupakan salah satu pilar utama peradaban selain galeri, museum, dan arsip. Perannya sangat penting dalam memperkuat jati diri serta mengisi ruang pikiran, hati, dan perasaan masyarakat,” ujar Heriza.
Baca juga: Perpustakaan Baru di Padang Disiapkan Jadi Ruang Belajar Modern dan Ramah Generasi Muda
Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, lanjutnya, kehadiran gedung layanan perpustakaan yang representatif dan sesuai standar nasional menjadi kebutuhan mendesak. Gedung baru ini diharapkan menjadi simpul peradaban serta pusat aktivitas literasi masyarakat.
Pembangunan gedung perpustakaan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional RI Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp10 miliar, dengan nilai kontrak pelaksanaan Rp8 miliar.
Lokasinya berada di Jalan Bagindo Aziz Chan, Kecamatan Padang Selatan. Gedung perpustakaan ini berdampingan dengan Gedung Youth Center dan dekat Lapangan Imam Bonjol Padang.
Bangunan gedung perpustakaan ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan 1.700 meter persegi.
Baca juga: Warga Pengambiran Padang Berjibaku Bersihkan Lumpur, Banjir Semalam Hanya Mampir 1,5 Jam
Gedung dua lantai ini dirancang ramah disabilitas dan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang anak, studio mini teater, ruang baca, ruang digital, galeri sejarah, ruang laktasi, serta musala.
Selain dukungan DAK, Pemko Padang juga mengalokasikan dana APBD sebesar Rp2,5 miliar untuk pengadaan furnitur dan kelengkapan sarana prasarana pendukung lainnya.
“Pembangunan berlangsung selama enam bulan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah memberikan dukungan penuh, termasuk tambahan anggaran untuk melengkapi fasilitas gedung ini,” katanya.
Heriza menambahkan, saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang membina 24 lokus Taman Baca Masyarakat (TBM). Koleksi buku yang tersedia mencapai 33.821 eksemplar dengan 13.486 judul.
Baca juga: Padang Fokus Kuliner, Fadly Amran Teken Adendum PMK3I Menuju Kota Gastronomi Dunia
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan tercatat sekitar 60.000 orang, dengan 550 anggota terdaftar. Ke depan, pihaknya berkomitmen meningkatkan jumlah kunjungan dan keanggotaan guna mendongkrak akreditasi perpustakaan.
“Jika akreditasi meningkat, peluang mendapatkan DAK kembali akan terbuka. Karena itu, kami berharap dukungan semua pihak, termasuk komunitas literasi, untuk bersama-sama meningkatkan keaktifan dan keanggotaan perpustakaan,” tutup Heriza. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)