Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Seluruh desa yang terdampak banjir bandang di Aceh dipastikan menerima bantuan sapi meugang dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut dialokasikan dalam bentuk dana sebesar Rp50 juta untuk setiap desa.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Khalid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mengabulkan permintaan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), terkait pemenuhan kebutuhan daging meugang bagi korban banjir menjelang bulan suci Ramadan.
“Kita mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo yang telah membantu penyediaan daging meugang bagi korban bencana banjir jelang bulan puasa Ramadan,” ujar Khalid di Banda Aceh, Kamis (12/2/2026).
Khalid menjelaskan bahwa meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni menjelang bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Terkait pengadaan sapi untuk meugang dari bantuan pemerintah tersebut, politisi muda Partai Golkar itu meminta pemerintah daerah agar memprioritaskan pembelian sapi atau kerbau lokal milik masyarakat Aceh.
“Kita tahu kebutuhan sapi untuk meugang cukup besar. Karena itu, kita meminta pemerintah wajib membeli sapi-sapi lokal, jangan mendatangkan sapi dari luar Aceh, kecuali jika sapi lokal tidak mencukupi,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Abdya Tetapkan Hari Meugang Puasa, Ini Titik Lokasi Penyembelihan Hewan Ternak
Menurut Khalid, pembelian sapi lokal akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat.
Dengan demikian, perputaran ekonomi di daerah akan semakin terasa.
Ia juga menekankan agar sapi yang dibeli tetap memenuhi standar kesehatan dan kualitas.
“Tentu sapi yang dibeli harus memenuhi kriteria, jangan sampai sapi yang kurus atau penyakitan,” ujarnya.
Selain itu, Khalid meminta Dinas Peternakan Aceh untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap hewan meugang guna memastikan kesehatan serta kualitas daging yang akan dikonsumsi masyarakat tetap terjaga.
Dengan pengawasan yang baik, diharapkan bantuan tersebut tidak hanya membantu korban banjir, tetapi juga tetap menjamin keamanan dan kelayakan konsumsi daging meugang di tengah masyarakat. (*)