Tribunlampung.co.id - Seorang pria berinisial D (43) menganiaya kekasihnya NM (24) yang masih berstatus mahasiswi.
Sang pria marah lantaran merasa sudah memberi uang dan handphone untuk kekasihnya namun berujung perselingkuhan.
Kekerasan fisik pun dilakukan bahkan pelaku nekat mengambil sejumlah barang milik korban.
Dikutip dari BanjarmasinPost, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung membeberkan kronologi dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Reynold menjelaskan aksi nekat pelaku didasari rasa sakit hatinya.
Baca Juga Motif OTK Bersajam Aniaya Pasutri di Lampung Selatan Masih Didalami Polisi
Pelaku merasa dikhianati oleh korban setelah memberikan banyak dukungan finansial selama berhubungan.
"Motifnya adalah cemburu. Pelaku mengklaim selama berpacaran sering memberikan uang dan membelikan handphone untuk korban. Namun, pelaku menuduh korban memiliki laki-laki lain sehingga ia emosi," papar Reynold, Rabu (11/2/2026).
Cekcok mulut yang terjadi sejak pukul 20.30 WIB itu memuncak pada dini hari sekitar pukul 01.30 WIB saat pelaku hendak memeriksa ponsel korban secara paksa, keributan fisik pecah.
"Terjadi keributan hingga pelaku melakukan tindakan mencekik leher korban. Setelah itu, pelaku pergi membawa kabur handphone dan kartu ATM milik korban," ungkap Kapolres.
Setelah kejadian, pihak Polsek Sawah Besar langsung merespons dengan mengantar korban NM untuk melakukan Visum Et Repertum (VER) guna melengkapi bukti-bukti kekerasan fisik.
Namun, Reynold menyebutkan laporan polisi secara resmi belum terbit sepenuhnya karena korban masih mengupayakan jalur kekeluargaan.
"Korban sudah membuat pengaduan, namun setelah visum dilakukan, korban menyatakan ingin melakukan mediasi terlebih dahulu dengan pelaku. Hingga saat ini, surat kesepakatan damai belum ada, namun kami tetap pantau," tukasnya.
Selain penanganan di Polsek Sawah Besar, kedua belah pihak juga telah dipanggil oleh Ditsiber Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi terkait video yang telanjur viral tersebut.