TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pertamina Patra Niaga menambah pasokan tabung LPG 3 kilogram di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjelang Ramadan 2026. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, khususnya dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan tambahan pasokan mencapai 50 ribu tabung LPG subsidi per hari yang mulai disalurkan menjelang Ramadan.
“Kami perkirakan ada penambahan sekitar 50 ribu tabung per hari menjelang Ramadan. Saat Ramadan berlangsung, situasi akan terus kami pantau,” ujar Ahad, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Polres Jember Sidak LPG 3 Kg Jelang Ramadan, Cegah Kelangkaan dan Penimbunan
Menurut Ahad, langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram tetap aman sehingga tidak terjadi kelangkaan, baik menjelang Ramadan, selama bulan puasa, maupun hingga Idulfitri.
“Penambahan suplai ini untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada kendala selama Ramadan dan Idulfitri,” katanya.
Ia menjelaskan, pada kondisi normal konsumsi LPG 3 kilogram di Jember mencapai sekitar 70 ribu tabung per hari. Angka tersebut berpotensi meningkat signifikan menjelang Ramadan akibat naiknya aktivitas rumah tangga dan UMKM.
“Hingga saat ini tidak ada pengurangan suplai. Distribusi berjalan normal,” tegasnya.
Baca juga: Gas LPG 3 Kg Langka di Bondowoso, Warga Pertanyakan Klaim Stok Aman
Pertamina juga kembali mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi, bukan di pengecer. Hal ini untuk memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Harga di pangkalan sekitar Rp18 ribu per tabung sesuai HET. Kami pastikan pembelian LPG subsidi di pangkalan mengikuti aturan yang berlaku,” jelas Ahad.
Ia menegaskan, jika masyarakat menemukan indikasi penyelewengan distribusi, Pertamina akan menindak tegas sesuai ketentuan.
“Apabila ada pelanggaran distribusi, segera laporkan. Kami akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ahad menilai, isu kelangkaan LPG 3 kilogram jelang Ramadan umumnya terjadi di tingkat pengecer karena stok yang terbatas, ditambah peningkatan konsumsi dari pelaku UMKM.
“Kondisi inilah yang menjadi dasar kami melakukan penambahan suplai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.