Cerita Gustavo Almeida Soal Gol Persija yang Dianulir Hingga Kekalahan Menyakitkan dari Arema FC
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyerang Persija Jakarta, Gustavo Almeida turut angkat bicara terkait kekalahan 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada Minggu lalu.
Dalam laga tersebut, Persija sebenarnya sempat mencetak gol melalui Gustavo yang kemudian dianulir melalui tinjauan VAR.
Momen itu disebut Gustavo menjadi titik balik yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Baca juga: Persija Jakarta Keok 0-2 dari Arema FC, Mauricio Souza Akui Penerapan Strateginya Kurang Efektif
“Sejujurnya, inilah sepakbola. Tentu saja kami sebagai pemain tidak menyukai kekalahan, apalagi di setiap pertandingan kami selalu menargetkan kemenangan. Semua dukungan yang ada juga untuk menang, dan kami para pemain serta staf berpikir dengan cara yang sama,” ujar Gustavo saat ditemui di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
“Namun, sepakbola adalah soal detail. Ada satu momen di mana kami kehilangan detail tersebut dan itu membuat kami kalah. Terutama ketika VAR membatalkan gol kami. Setelah itu kami justru kebobolan dan energi tim langsung menurun. Tapi itulah sepakbola,” sambungnya.
Meski demikian, pemain asal Brasil tersebut masih menatap optimistis terkait kans Persija juara di musim ini.
Dengan sisa 14 laga yang ada, Gustavo berharap Macan Kemayoran bisa menuntaskan semua laga dengan torehan kemenangan.
“Kami bersyukur masih punya banyak pertandingan ke depan. Masih ada 14 laga dengan total 42 poin yang bisa diperebutkan, dan itu jumlah poin yang besar. Ini belum berakhir. Kami akan terus memperbaiki diri di latihan, mengikuti apa yang diinginkan pelatih, dan menatap laga berikutnya dengan target menang,” ujar Gustavo.
Lebih lanjut, Gustavo juga menyinggung soal kehadiran pemain-pemain baru di skuad Macan Kemayoran serta peran pelatih Mauricio Souza dalam membangun tim.
Menurut Gustavo hadirnya pemain anyar di putaran kedua ini akan membuat Macan Kemayoran bakal lebih kuat lagi.
Seperti diketahui, Persija mendatangkan tujuh pemain anyar pada putaran kedua Super League 2025/202, yakni Fajar Fathurahman, Shayne Pattynama, Mauro Ziljstra, Cyrus Margono, Alaeddin Ajaraie, Paulo Ricardo dan Jean Mota,
“Saya pikir pelatih Mauricio Souza sudah menjelaskannya di konferensi pers. Pemain-pemain yang datang membuat kami menjadi grup yang sangat baik. Kami punya pemain-pemain yang sangat bagus di sini. Kehadiran mereka juga membuat tim terasa seperti sebuah keluarga,” ucap Gustavo.
“Saya berharap para pemain yang datang bisa membantu kami dan meraih kesuksesan bersama Persija, juga di Indonesia,” terangnya.
Terkait golnya yang dianulir VAR, Gustavo tak menampik kekecewaannya.
Ia menggambarkan betapa besarnya euforia yang tercipta sebelum keputusan tersebut diambil.
“Bagi saya sebagai pemain, itu adalah momen yang buruk. Saya pikir bagi semua pemain, ketika gol Anda dibatalkan, rasanya seperti mati. Ketika saya mencetak gol, seluruh stadion berteriak, bahkan terasa hampir runtuh karena atmosfernya sangat luar biasa dan stadion penuh,” cerita Gustavo.
“Namun setelah gol itu dibatalkan, tentu saya merasa kecewa. Tapi tidak apa-apa, itulah sepakbola. Ini bukan yang pertama dan hal seperti itu bisa terjadi. Kami harus belajar dari situasi seperti ini,”
“Anda harus tetap fokus selama 90 menit karena apa pun bisa terjadi, baik kepada kami maupun kepada lawan. Saya berharap di pertandingan selanjutnya kami bisa menang dan meraih tiga poin,” katanya.