TRIBUNGAYO.COM - Tiap menjelang bulan suci Ramadhan, ada satu tradisi di Aceh yaitu meugang.
Dimana pada hari meugang, masyarakat Aceh umumnya memasak daging sapi untuk disantap bersama anggota keluarga.
Tradisi meugang ini selalu disambut suka cita oleh masyarakat Aceh.
Para perantau biasanya pulang ke kampung halaman untuk bisa menikmati daging meugang bersama keluarga.
Namun, pada akhir November 2025 Aceh menjadi satu diantara provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor.
Beberapa kabupaten/kota di Aceh terdampak parah, bahkan hingga kini masih ada yang berada di pengungsian.
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh menerima uang daging meugang dari Presiden RI, Prabowo Subianto sebesar Rp 72,5 miliar.
Seluruh uang itu telah diterima masing-masing dalam Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota di Aceh, namun belum berani dibagikan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa membenarkan uang itu telah masuk ke rekening daerah.
Namun, teknis penggunaan uang itu menunggu petunjuk teknis dari Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian.
Dari 18 kabupaten/kota di Aceh, Kabupaten Aceh Utara menerima Rp 19,5 miliar untuk membeli 391 sapi daging meugang.
Daerah kedua disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebesar Rp 10,5 miliar untuk membeli 210 sapi.
Lalu Aceh Tengah sebesar Rp 8 miliar lebih untuk membeli 161 sapi, Aceh Timur untuk membeli 151 sapi sebesar Rp 7,5 miliar.
Sedangkan daerah lainnya terkecil Rp 250 juta yaitu lima sapi di Kabupaten Simeulu.
“Kami berterima kasih atas atensi dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk rakyat Aceh Utara.
Untuk teknis pembagian kami menunggu petunjuk detailnya, lebih cepat lebih baik.
Agar bisa dieksekusi penggunaan uang tersebut,” tutur Ayahwa didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nazar Hidayat yang dilansir dari Kompas.com, Kamis (12/2/2026).
Hal senada disebutkan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky.
Dia mengapresiasi perhatian Presiden untuk rakyat kabupatennya.
“Ini bukti dukungan presiden untuk rakyat daerah bencana.
Jika sudah ada petunjuk teknis penggunaan segera kita lakukan sesuai aturannya,” beber Iskandar per telepon.
Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Lhokseumawe, Teguh Heriyanto.
Dia menyebutkan, petunjuk teknis belum diterima hingga sore ini.
“Jika sudah kami terima, segera kita laksanakan sesuai ketentuan,” pungkasnya. (*)
Baca juga: 540 Mahasiswa IAIN Takengon Terima Bantuan UKT dan Biaya Hidup Dampak Bencana Banjir dan Longsor