Kontra dengan Pujian Donnarumma, Kiper Legendaris Timnas Inggris Kepanasan soal Selebrasi
Drajat Sugiri February 12, 2026 07:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Selebrasi penyelamatan Gianluigi Donnarumma rupanya tak disukai semua orang. Legenda Arsenal dan Timnas Inggris, David Seaman termasuk yang mengkritiknya.

Kiper Manchester City Gianluigi Donnarumma menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan kuat pada pekan ke-25 Liga Inggris.

Donnarumma membantu Manchester City meraih kemenangan di markas Liverpool. The Citizens pulang dari Anfield dengan 3 poin berkat menang 1-2.

Kiper 26 tahun ini tampil heroik, termasuk menyelamatkan tendangan setengah voli dari jarak jauh yang dilepaskan Alexis Mac Allisters di ujung laga.

Dengan sigap, Donnarumma terbang dan menepis bola menukik dari pemain asal Argentina itu, yang akhirnya gagal menjadi gol.

Setelah penyelamatan heroik itu, Donnarumma langsung merayakan aksinya dengan penuh ekspresi, layaknya seorang striker ketika mencetak gol.

Namun rupanya, aksi ini membuat kepanasan David Seaman, yang merupakan legenda rival Manchester City dalam persaingan juara saat ini, Arsenal.

DONNARUMMA - Kiper asal Italia, Gianluigi Donnarumma, dalam masa penyambutannya bersama Manchester City selama musim Liga Inggris 2025/2026. (Website Man City - 12/9/2025)
DONNARUMMA - Kiper asal Italia, Gianluigi Donnarumma, dalam masa penyambutannya bersama Manchester City selama musim Liga Inggris 2025/2026. (Website Man City - 12/9/2025) (Mancity.com)

Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Man City dan Liverpool Kompak, Papan Atas Memanas

Seaman merupakan penjaga gawang utama Arsenal selama 13 musim (1990–2003), dengan 405 penampilan dan memenangkan 9 trofi utama.

Sosok yang juga merupakan kiper legendaris Timnas Inggris (75 caps) itu secara terbuka mengkritik gaya perayaan Donnarumma.

Dalam podcast Beast Mode On bersama Adebayo Akinfenwa, Seaman menyinggung langsung nama Donnarumma. 

"Donnarumma, yang sebenarnya salah satu favorit saya saat ini, melakukan selebrasi besar setelah beberapa penyelamatan yang biasa saja," ujar Seaman, dikutip dari Goal.

"Kalau melihat itu, saya cuma berpikir: ayolah, kamu lebih baik dari itu," lanjutnya.

Ia mengaku kurang menyukai kebiasaan kiper modern yang berselebrasi setiap penyelamatan, bahkan saat momen tersebut tak terlalu menentukan.

"Itu bahkan bukan yang benar-benar bagus, saya cuma berpikir: 'Apa yang Anda lakukan? Rayakan ketika itu benar-benar berarti sesuatu.' Itu benar-benar mengganggu saya," kata mantan kiper yang kini berusia 62 tahubn ini.

Apa yang dikatakan Seaman sebagai hal biasa ini bak menjadi anomali di tengah banyak pujian yang ditujukan kepada Donnarumma. 

Erling Haaland yang turut mencetak gol ke gawang Liverpool menyebut penyelamatannya sebagai hal di luar nalar.

"Lihat Gigio dengan penyelamatan luar biasa dari Mac Allister. Itu menunjukkan kenapa dia yang terbaik di dunia," kata Haaland.

Legenda Liverpool Jamie Carragher bahkan mengaku mengubah pandangannya soal peluang juara City setelah kedatangan Donnarumma.

"Tak ada tim yang bisa menjuarai Premier League tanpa kiper kelas dunia. Dengan Donnarumma, mereka punya itu," ujarnya di Sky Sports.

Baca juga: Harapan Juara Liga Inggris Masih Ada, Man City Ogah Kalah dari Arsenal

Legenda Manchester United, Gary Neville pun menilai kombinasi Pep Guardiola, Haaland, dan Donnarumma membuat City tetap tak bisa dicoret dari perburuan gelar, meski Arsenal tampil lebih konsisten musim ini.

Ia juga dinilai sebagai kepingan penting dalam kebangkitan City di tengah persaingan ketat dengan Arsenal.

"Arsenal adalah tim terbaik dan mereka memiliki skuad terbaik. Arsenal memainkan sepak bola terbaik, mereka yang paling konsisten dan mereka yang paling solid."

"Tapi apa yang tidak pernah bisa Anda lakukan adalah menghapus Pep Guardiola, dan orang-orang seperti Donnarumma dan Haaland, karena mereka memilikinya," kata Naville. 

Performa Gianluigi Donnarumma bersama Manchester City di musim ini memang sulit dibantah. 

Sejak bergabung dari PSG musim panas lalu, kiper 26 tahun itu mencatat 12 clean sheet dari 29 laga dan kebobolan 27 gol. 

Ironisnya, di saat selebrasinya dianggap berlebihan, justru penyelamatan-penyelamatan itulah yang menjaga asa City dalam perburuan gelar. 

Entah orang lain kepanasan atau tidak, Donnarumma kini menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena aksinya di bawah mistar, tetapi juga bagaimana ia merayakannya.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.