TRIBUNBENGKULU.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan sejak Januari 2025 masih menuai pro dan kontra, mulai dari kritik soal keracunan hingga isu ketenagakerjaan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak berlebihan memprotes program tersebut. Menurutnya, MBG merupakan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi jangan protes kebanyakan MBG. Ini memang program yang diperlukan oleh masyarakat, bagian dari tiga pilar ini," katanya dalam Ekonomic Outlook di Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026) dikutip dari Kompas.com.
Tiga Pilar Ekonomi Prabowo
Purbaya menjelaskan strategi ekonomi Prabowo bertumpu pada tiga pilar, yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial politik. Ia menegaskan MBG masuk dalam pilar pemerataan dan stabilitas.
"Orang-orang sedang sering protes MBG dan program-program yang lain. Itu adalah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden, pemerataan dan stabilitas sosial politik. Kalau itu tidak ada, yang high economic growth-nya tidak bisa tercipta," katanya.
Ia menilai pengalaman gelombang protes Agustus 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak cukup tanpa pemerataan.
Pemerintah kini mengombinasikan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk mendorong pertumbuhan dan stabilitas nasional.
Prabowo-Gibran Dua Periode
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya punya niat ingin mendukung Prabowo Subianto dan Gibran dua periode.
Hal itu ditegaskan Jokowi saat dimintai pendapat mengenai peluang Gibran menjadi calon presiden pada Pemilu berikutnya.
Jokowi menegaskan sikap politiknya terkait arah dukungan sudah jelas.
Menurut Jokowi, dalam berbagai kesempatan ia telah menyampaikan dukungannya kepada pasangan Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan kepemimpinan selama dua periode.
“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode. Sudah itu saja,” kata Jokowi saat ditemui Tribun Solo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Menanggapi soal itu, Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap Prabowo untuk dua periode.
“Kita terima kasih, makasih atas dukungannya,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Sugiono menilai dukungan tersebut lahir dari kesamaan cita-cita dan visi dalam pemerintahan Prabowo.
“Yang saya tangkap bahwa semua ini berawal dari cita-cita yang sama, keinginan yang sama, napas yang sama,” ujarnya.
Namun, Sugiono menegaskan bahwa Gerindra belum membuka pembahasan mengenai calon wakil presiden.
“Kita enggak pernah, belum pernah. Belum pernah membuka pembicaraan itu,” kata Sugiono.
Secara terpisah, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut wacana pasangan Prabowo-Zulkifli Hasan sebagai hiburan bagi publik.
“Nah, bahwa kemudian kita dengar di luar ada wacana-wacana dipasangkan dengan beberapa tokoh, yaitu kita anggap sebagai wacana dan juga hiburan untuk rakyatlah,” ujar Dasco saat ditemui usai perayaan HUT ke-18 Gerindra di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Reaksi Ketum Golkar
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen partainya untuk mengawal Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
Bahlil tidak menegaskan dukungan untuk Prabowo-Gibran maju berpasangan untuk kedua kalinya pada Pilpres 2029.
Hal ini merespons dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) agar Prabowo-Gibran dua periode.
"Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo-Gibran dan Wakil Presiden Mas Gibran. Konsekuensi daripada partai yang telah mengusung harus mendukung sampai selesai," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Bahlil menyebut, sikap ini juga seiring hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang memutuskan mendukung pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
"Apalagi Golkar dalam keputusan munasnya itu mendukung pemerintahan," ujarnya.
Menteri ESDM ini pun menekankan bahwa dukungan tersebut bersifat satu paket, yakni kepada Presiden dan Wakil Presiden sebagai satu kesatuan lembaga eksekutif.
"Ya kita dukung mereka sampai selesai," imbuh Bahlil.
Dalam pernyataan terpisah sebelumnya, Bahlil menyebut Prabowo sebagai sosok terbaik.
“Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?” ujar Bahlil saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.
Namun, dukungan Golkar itu belum secara tegas mencakup Gibran sebagai calon wakil presiden.
Menanggapi dukungan Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran, Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji menyatakan partainya masih fokus mendukung pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.
“Insya Allah dengan kerja bersama yang solid, visi Presiden tercapai, Pak Prabowo akan makin dicintai rakyat. Kalau rakyat cinta urusan 2029 bisa lebih mudah,” ujar Sarmuji saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).
“Kami konsentrasi dan fokus kerja mencapai visi presiden dan target pemerintah,” lanjut dia.
PAN Dorong Zulhas sebagai Opsi Wapres
Sikap hampir serupa disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai dukungan dua periode diperlukan agar seluruh program pemerintahan Prabowo dapat direalisasikan secara optimal.
PAN bahkan telah memiliki sikap final untuk kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno.
“Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai lho di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Pak Prabowo tiga kali dalam tiga Pilpres,” kata Eddy saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, PAN belum menetapkan sikap resmi mengenai calon wakil presiden.
Eddy menegaskan, penentuan pasangan capres-cawapres membutuhkan banyak pertimbangan.
“Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” ujar Eddy.
Secara pribadi, Eddy mengaku lebih mendukung Zulkifli Hasan untuk mendampingi Prabowo.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu,” kata Eddy, sembari menegaskan bahwa sikap tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.