BANGKAPOS.COM--Warga Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat yang terdampar di pesisir pantai pada Kamis (12/2/2026) sore.
Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di atas bongkahan batu karang di tepi laut.
Saat pertama kali terlihat, kondisi tubuh korban sudah tidak utuh.
Bagian kepala dilaporkan telah tinggal tengkorak, sementara bagian tubuh lainnya menunjukkan tanda-tanda pembusukan lanjut.
Penemuan itu pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi pantai.
Awalnya, warga mengira benda yang tergeletak di atas karang tersebut hanyalah sampah atau kayu yang terbawa arus.
Namun setelah didekati, warga menyadari bahwa yang terlihat adalah sesosok mayat manusia.
Sejumlah warga yang berada di lokasi sempat merekam video singkat berdurasi sekitar 12 detik menggunakan telepon genggam.
Dalam rekaman tersebut, jasad tampak terbaring menyamping di antara batu karang. Ombak laut terlihat menghantam sisi karang tempat tubuh korban berada.
Kondisi jenazah cukup memprihatinkan. Bagian kepala sudah tidak lagi utuh dan tampak hanya menyisakan struktur tulang.
Meski demikian, pakaian yang dikenakan korban masih melekat di tubuhnya. Korban diketahui mengenakan atasan berwarna biru yang menyerupai seragam kerja.
Suara perekam video terdengar panik saat menyadari temuan tersebut.
“Cak mano ini ado mayat,” ucapnya dalam logat setempat, yang berarti mempertanyakan tindakan yang harus dilakukan setelah menemukan mayat.
Penemuan itu pun segera dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat.
Tak lama berselang, petugas dari Polsek Simpang Rimba bersama tim terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.
Kapolsek Simpang Rimba, Iptu Mardian Syafrizal, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.
Ia mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Benar, ada laporan dari warga terkait penemuan mayat di pesisir Pantai Sebagin. Anggota langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat posisi jasad berada di atas batu karang dan kondisi ombak yang cukup berisiko.
Petugas harus memastikan keselamatan tim saat mengangkat jenazah dari lokasi.
Garis pembatas juga dipasang untuk menghindari kerumunan warga yang ingin melihat dari dekat.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah rencananya akan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi korban sekaligus mengetahui penyebab pasti kematian.
Polisi belum dapat memastikan apakah korban merupakan warga setempat atau berasal dari luar daerah.
Tidak ditemukan identitas diri secara langsung di sekitar lokasi penemuan.
Namun pakaian yang masih melekat di tubuh korban diharapkan dapat menjadi petunjuk awal dalam proses identifikasi.
Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan bahwa jasad tersebut telah lama berada di laut sebelum akhirnya terdampar di pesisir Pantai Sebagin.
Kondisi kepala yang telah menjadi tengkorak mengindikasikan bahwa tubuh korban telah mengalami proses dekomposisi dalam waktu yang cukup lama.
Meski demikian, aparat belum dapat menyimpulkan apa pun terkait dugaan penyebab kematian. Semua masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.
Penemuan ini sontak menarik perhatian warga sekitar. Beberapa warga terlihat berdatangan ke lokasi setelah kabar menyebar dengan cepat melalui pesan berantai dan media sosial.
Sebagian warga mengaku khawatir dan berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap identitas korban agar keluarga yang mungkin kehilangan anggota keluarganya bisa mendapatkan kepastian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi terkait penemuan mayat tersebut.
Polisi meminta warga menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat agar penyelidikan berjalan lancar.
Perkembangan lebih lanjut mengenai identitas korban maupun hasil pemeriksaan medis masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)