TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – PT Sebakis Inti Lestari–PT Sebuku Inti Plantation (SIL-SIP) resmi meresmikan program plasma di Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (12/2/2026).
Peresmian ini menjadi momen bersejarah setelah melalui perjalanan panjang sejak direncanakan pada tahun 2005 dan baru terealisasi pada 2026.
Turut hadir dalam acara tersebut Camat Sebuku mewakili Bupati Nunukan.
Unsur Forkopimcam Kecamatan Sebuku, Wakil Danki Brimob Nunukan, Wakil Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, jajaran manajemen PT SIL-SIP dari site dan Headd Office (HO), Ketua Adat Kecamatan Sebuku, Ketua RT 05 hingga RT 10, serta masyarakat Desa Pembeliangan.
Peresmian kebun plasma ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kemitraan antara perusahaan dan masyarakat.
Setelah melalui proses mediasi yang panjang dan kesepakatan yang matang, lahan kelapa sawit tersebut kini resmi menjadi milik petani melalui koperasi, yakni Koperasi Sebuku Pompongan Sejahtera dan Koperasi Pembeliangan Sebakis Jaya Sukses.
Camat Sebuku Rudiansyah membacakan sambutan Bupati Nunukan. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen PT SIL-SIP dalam merealisasikan program plasma tersebut.
"Ini merupakan momen bersejarah. Perjalanan yang sangat panjang, direncanakan sejak 2005 dan baru terealisasi tahun 2026, kurang lebih 21 tahun. Ini adalah bukti komitmen dan keseriusan semua pihak," ujarnya.
Ia menegaskan program plasma bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui skema kemitraan yang berkelanjutan.
"Program plasma ini bukan hanya sekadar penanaman sawit, tetapi pemberdayaan ekonomi desa. Dengan skema kemitraan ini, diharapkan pendapatan petani meningkat melalui hasil panen yang berkelanjutan, sekaligus menjaga lingkungan dan meminimalkan potensi konflik lahan," ungkap Rudiansyah.
Kepala Desa Pembeliangan H Abdul Hamid turut menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya plasma tersebut.
Menurutnya, keberadaan PT SIL-SIP telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Ekonomi masyarakat lebih maju ke depannya. Saya selaku kepala desa, jika masyarakat saya sejahtera dan maju saya senang, kalau masyarakat susah saya juga ikut susah," ucapnya.
Ia menyebutkan, sekitar 4.000 orang telah merasakan manfaat dari kehadiran PT SIL-SIP, baik dari sisi lapangan kerja maupun dukungan infrastruktur seperti akses jalan.
"PT SIL-SIP juga memberikan kemudahan akses jalan bagi masyarakat. Kita banyak dibantu. Kita bersahabat, berkeluarga dengan PT SIL-SIP. Jika jalanan bagus, sawit kita juga yang lewat. Antara kelompok tani dan perusahaan saling beriringan," jelasnya.
Diresmikannya plasma tersebut, lahan kelapa sawit kini menjadi amanah sekaligus peluang ekonomi bagi para petani sekaligus anggota koperasi.
Camat Sebuku mengingatkan agar masyarakat merawat kebun dengan sebaik-baiknya dan mengikuti panduan teknis dari perusahaan demi mencapai produktivitas maksimal.
"Mari kelola koperasi dengan transparan. Pastikan hasil panen benar-benar meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat desa secara terus-menerus," tegas Rudiansyah .
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kemitraan dengan perusahaan melalui komunikasi yang baik, sehingga setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan secara musyawarah.
Kepada pihak perusahaan, pemerintah daerah meminta komitmen pendampingan berkelanjutan hingga petani benar-benar mandiri, termasuk memastikan pengelolaan kebun sesuai standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan prinsip keberlanjutan.
"Pemerintah daerah akan terus mengawasi implementasinya, termasuk fasilitas koperasi dan pelatihan agronomis," ujarnya.
Peresmian plasma ini diharapkan menjadi penggerak roda ekonomi di Kabupaten Nunukan, khususnya di Desa Pembeliangan.
"Mari kita wujudkan Desa Pembeliangan sebagai contoh suksesnya kemitraan sawit yang adil dan berkelanjutan," pungkas Camat Sebuku.
Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, program plasma ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup warga sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(adv)
Penulis: Fatimah Majid