Apa Itu SEABlings? Istilah Viral Netizen Indonesia dan Malaysia Vs Netizen Korea Selatan di X
Amir M February 12, 2026 09:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Dunia maya di platform X tengah memanas akibat perseteruan antara netizen Korea Selatan dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, yang bermula dari insiden konser K-Pop DAY6 di Malaysia.

Konflik ini memicu debat budaya hingga tuduhan rasisme daring, memperlihatkan ketegangan lintas komunitas di media sosial.

Menariknya, ketegangan itu memunculkan fenomena SEAblings, istilah solidaritas netizen Asia Tenggara yang digunakan untuk bersatu menghadapi isu bersama dan memperkuat identitas regional di ranah digital.

Apa itu SEAblings?

Istilah SEABlings pertama kali muncul di tengah gelombang aksi demonstrasi yang melanda Indonesia akhir Agustus 2025, terutama di platform X (dulu Twitter).

Melihat konteksnya, SEAbling [jamak: SEAblings] merupakan gabungan dari kata bahasa Inggris, yakni SEA (Southeast Asia atau Asia Tenggara) dan sibling (saudara kandung).

Sehingga, istilah tersebut bisa masuk kategori word play atau permainan kata, sebuah teknik sastra yang cerdas yang menggunakan makna, bunyi, atau susunan kata untuk menciptakan efek menarik, humor, ironi, atau makna ganda.

Istilah SEAbling disusun dengan memakai teknik blending (mencampur dua kata menjadi satu) dan homofon (pengucapan sama, tetapi ejaan berbeda).

Jika dilihat dari makna masing-masing ejaannya, maka SEAbling menggambarkan solidaritas antar masyarakat di negara-negara kawasan Asia Tenggara, seolah-olah mereka adalah satu keluarga besar.

SEAbling muncul pertama kali dan ramai dibicarakan di media sosial X sebagai bentuk dukungan lintas negara, khususnya di wilayah Asia Tenggara, terhadap gelombang aksi unjuk rasa di Indonesia yang dipicu isu sosial dan politik.

Terutama setelah tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan sesusai dilindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob Polri, Kamis (29/8/2025) lalu, aksi solidaritas dari negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand yang mendukung aksi demonstrasi melawan ketidakadilan di Indonesia.

SEAblings bukan sekedar slogan yang sedang trending di internet, tetapi juga mewakili aksi nyata, seperti donasi berupa memesan makanan untuk pengunjuk rasa.

Aksi ini dipicu ketika seorang warganet asal Singapura dengan nama akun X @sighyam mengajak para warga untuk membantu rakyat Indonesia melalui cara memesan makanan via ojek online lintas negara.

Pesanan itu kemudian dikirimkan ke lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun langsung kepada para pengemudi ojek online (Ojol) yang tengah bertugas.

Postingan @sighyam ini diunggah pada Sabtu (30/8/2025).

Guys I just found out that you can support indonesian gr*b riders who are still out on the streets because gr*b allows you to make deliveries in other SE Asian countries?? OKAYYYY

[Teman-teman, aku baru tahu bahwa kalian bisa membantu para pengemudi Gr*b yang masih turun di jalan karena Gr*b punya fitur yang membuat kalian bisa pesan antar di negara-negara lain di Asia Tenggara?? Okeee]

Pemilik akun @sighyam pun memberikan caranya.

Cara ini pun telah diikuti oleh ratusan warganet dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, bahkan negara Eropa seperti Vatikan dan negara Asia Timur, Korea Selatan.

Warganet tidak hanya bisa mengirimkan bantuan makanan, tetapi juga kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).

Bantuan ini mencerminkan aksi solidaritas dan empati dari sesama warganet lintas negara hingga tercetuslah istilah SEAblings.

Tak hanya mencuat dari aksi donasi ini, slogan SEAbling juga disematkan dalam penyebaran informasi melalui meme, tagar, dan postingan lain, atau sekadar percakapan warganet antarnegara. 

Di media sosial X, istilah SEAbling pun dengan cepat menyebar melalui retweet, hashtag, dan thread dan fitur lain seperti Twitter Spaces atau tren.

Baca juga: Kronologi Netizen Indonesia dan Malaysia Vs Netizen Korea Selatan di X, Berawal dari Konser DAY6!

SEABLINGS INDONESIA MALAYSIA - Meme SEAblings netizen Indonesia dan Malaysia vs netizen Korea Selatan.
SEABLINGS INDONESIA MALAYSIA - Meme SEAblings netizen Indonesia dan Malaysia vs netizen Korea Selatan. (Twitter atau X/@sosmedkeras)

Perseteruan netizen Korea Selatan dengan SEAblings

Insiden itu bermula pada 31 Januari 2026, ketika konser grup musik Korea DAY6 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, diwarnai sengketa antara sekelompok fans Korea dengan aturan konser setempat.

Beberapa fans Korea dilaporkan membawa kamera profesional DSLR ke dalam venue meskipun dilarang, sehingga memicu kritik dari netizen Malaysia dan Asia Tenggara lainnya.

Salah satu akun netizen Asia Tenggara di X menggambarkan situasi awal ini:

?“Beberapa fansite Korea menyusupkan kamera besar ke konser DAY6 di Malaysia, mengganggu para penggemar. Kami marah atas ketidakhormatan itu …” tulis akun zedaiarei di X dalam bahasa Inggris.

Perdebatan kemudian memanas ketika sebagian akun netizen Korea Selatan (Knetz) tidak hanya membela tindakan fans tersebut, tetapi juga meneruskan komentar yang dianggap merendahkan netizen Asia Tenggara secara umum.

Beberapa komentar yang viral menurut tangkapan layar di X di antaranya:

?“Kok bisa ada orang KOREA yg masyarakatnya … ngajarin orang Indonesia & Malaysia soal CULTURE??? ancurrrr emang logika hangugin ini.” — tulis akun X @kuacikesetrum

Sementara komentar lain menunjukkan respons dalam nada lebih ringan namun tetap menunjukkan ketegangan antar-komunitas:

?“South Korea vs Malaysia+Indonesia beef on Twitter is hilarious Hahaha I've never hated these countries but so funny.” — tulis akun X @larosi_77

Tidak hanya kritik tentang perilaku fans di konser, perang hashtag ini juga meluas ke komentar budaya yang dilihat sebagai stereotip negatif.

Beberapa unggahan netizen Indonesia yang kemudian viral bahkan ditulis dengan huruf Hangul tapi tetap membawa narasi berbahasa Indonesia, menunjukkan dampak lintas budaya di media sosial.

SEAblings kembali bersatu

Menanggapi komentar bernada negatif dan tuduhan rasis itu, netizen dari berbagai negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam kemudian menunjukkan solidaritas dengan tagar dan meme yang memperkuat ikatan kawasan, yang dipopulerkan sebagai SEAblings, sebuah istilah solidaritas netizen Asia Tenggara.

Unggahan lainnya mencerminkan bagaimana sebagian netizen mencoba mencairkan suasana dengan humor:

?“Orang Indo emang ga pengen menang debat. Pengen bikin kesal aja wkwkkw.” — akun X netizen Indonesia

Fenomena SEAblings

Fenomena “SEAblings” bukanlah istilah yang baru muncul dalam dinamika media sosial kawasan.

Istilah ini sudah lama digunakan warganet Asia Tenggara sebagai simbol solidaritas lintas negara ASEAN ketika menghadapi isu bersama di ruang digital.

Dalam sejumlah momentum sebelumnya, netizen dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Singapura kerap menunjukkan dukungan kolektif melalui tagar bersama, percakapan lintas bahasa, hingga aksi nyata yang berawal dari kampanye daring.

Misalnya saat aksi unjuk rasa di Indonesia yang berujung netizen dari Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain melakukan aksi nyata seperti memesan makanan atau bantuan melalui aplikasi layanan ojek dan pengantaran untuk mendukung kelompok tertentu.

Pola ini mencerminkan tumbuhnya identitas regional di kalangan pengguna internet Asia Tenggara, di mana batas negara menjadi lebih cair ketika menghadapi isu yang dianggap menyentuh kepentingan atau harga diri bersama.

Dikutip dari The Diplomat, solidaritas digital seperti SEAblings bahkan kerap dibandingkan dengan gerakan regional lain di Asia yang memperlihatkan bagaimana media sosial mampu menyatukan komunitas lintas negara dalam satu narasi kolektif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.