TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah viralnya kasus pelecehan seksual yang menjerat Mohan Hazian, Dokter Tirta menjadi salah satu garda terdepan yang vokal dalam mengawal keadilan.
Tanpa lelah, ia terus menyuarakan kampanye 'stay with victim', sebuah ajakan bagi warganet untuk tetap berdiri di samping korban sebelum menghakimi keadaan.
Meski diketahui memiliki hubungan pertemanan, Dokter Tirta tak segan mendesak Mohan Hazian untuk jujur dan mengakui perbuatannya secara terbuka.
Sikap tegas ini lantas memicu rasa penasaran publik, mengapa ia begitu gigih 'menyerang' kawan sendiri?
Menjawab hal tersebut, Dokter Tirta akhirnya membeberkan alasannya secara runut melalui sebuah utas di platform X.
"'Mohan kan temenmu, kenapa sampe kau gas habis?' Ini pertanyaan temen2 Mohan.
Aku sudah sempat menekan berkali2 via telepon ke Mohan untuk segera berbicara jujur. Mengakui dan tanggung jawab.
Tapi di saat bersamaan, ada temen2 mohan lain yang membujuk dia untuk menyangkal.
Di sini ada perbedaan pendapat yang ekstrim antara aku dan temen2 dia yang lain.
Mohan memilih mengikuti advice temen2 nya yg lain yakni: video bantahan.
Saat video bantahan itu muncul, reaksiku 2: 1. Tegas telepon marah menegur dia 2. Lalu memberikan advice segera JUJUR.
Setelah video 1 rilis, aku tegur tegas dan sudah kujelaskan padanya bahwa tindakan dia itu menyalahi kontrak profesional talent dan sudah masuk category pelecehan.
Kronologisnya terlalu kuat. Stop denial. Kembali, Mohan lebh mendengarkan info temennya. Komunikasi berakhir.
Baca juga: Mohan Hazian Baru Minta Maaf ke aarummanis, Korban Lain Belum Dapat Penyesalan dari Suami Alya Putri
Setelah kejadian itu, aku live IG yg pertama. Karena jujur sudah muak banget dengan fans2 dia yang menyerang korban. Ditambah circle Mohan tidak jelas menyatakan stance keberpihakan. Netral abu2.
Dari live ig itu tekanan ke Mohan dan temennya semakin kuat.
Lalu muncullah klarifikasi kedua tertulis yang jujur entah itu buatan siapa, jelek sekali. Sangat sangat jelek Ada bantahan tapi ada tulisan khilaf.
Di titik ini, aku merasa Mohan tidak akan mendengar apapun kataku selain aku harus menekan dari sisi luar dan circlenya.
Aku live IG kedua fokus mengutarakan kekecewaan klarifikasi kedua + Menekan circle Mohan untuk mundur.
Terbukti, satu persatu BA, circle Mohan rontok di sini. Pressure meningkat. Sampe salah satu perwakilan brand Mohan akhirya reach out korban via WhatsApp.
Di saat inilah, akhirnya pihak Mohan acceptance. Karena pressure dari sekitar dia sangat kuat (bukan hanya medsos).
Circle inner yang awale dukung dia, akhirnya jadi kontra dia. Ini titik down dia. Klarifikasi ketiga keluar, no denial.
Reach out korban 1. Siap tanggung jawab.
Seandainya: Mohan berpikir bijak, ga menyalahgunakan power ke model -mohan bisa mengontrol ngacengan, Mohan selektif memilih teman, Mohan ga denial dari awal hari pertama korban speakup, maka hal ini ga akan terjadi.
Baca juga: Sosok dan Potret UI, Model Malaysia yang Bongkar DM Tak Sopan Mohan Hazian Sampai Dikomen Alya Putri
Dari sinilah aku meminta kawan2. Tolong jangan normalisasi bercandaan cabul dan mesum di tongkrongan. Mungkin Mohan menganggap tindakan dia selama ini bukan pelecehan karena dia “terbiasa”.
Ketika kamu kena masalah, percayalah ama temenmu yang nganjing2 in kau pertama kali.
Dampak ke brand itu bukan karena yang viralin. Bukan karena korban speak up Thanksom runtuh BUKAN karena kita.
Tapi karena attitude mohan sendiri. Apakah Thanksom bisa bangkit? BISA. Walau susah. Asal mreka membuktikan bahwa perusahaan mreka bersih dari segala pelecehan.
Fokus sekarang kita memantau perkembangan dan memberikan dukungan pada korban. Biarkan korban fokus dengan pihak profesional yang mendampingi. Bahasan saya soal Mohan, saya rasa sudah cukup," papar Dokter Tirta.
(TribunTrends.com/Febriana)