Maxim di Kaimana Bukan untuk Singkirkan Moda Transportasi Terdahulu
Tarsisius Sutomonaio February 12, 2026 09:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Transportasi online Maxim merespons aksi puluhan sopir angkutan kota (angkot) yang kehadiran pengoperasian Maxim di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. 

Public Relations Manager Maxim Indonesia, Yuan Ifdal Khoir, mengatakan kehadiran layanan Maxim di berbagai daerah, termasuk Kaimana, bertujuan untuk melengkapi pilihan transportasi masyarakat.

"(Maxim) bukan untuk menyingkirkan atau merugikan moda transportasi yang lebih dahulu ada," katanya melalui rilis yang diterima Tribun, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, Maxim resmi beroperasi di Kabupaten Kaimana berdasarkan izin Nomor Sertifikat Tanda Daftar Kementerian Komunikasi dan Informatika No. 001037.01/DJAI.PSE/06/2021. 

Maxim juga mematuhi peraturan tarif yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 untuk zona 3.

Zona tersebut meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Papua, dan sekitarnya.

Baca juga: Maxim Indonesia Bagi 300 Bendera Merah Putih di Fakfak, Tampil Mesra dengan Ojek Pangkalan

 

Target Pasar Berbeda

Keberadaan Maxim dan angkutan kota, ucapnya, memiliki target pasar yang berbeda. 

Saat angkutan kota menjemput penumpang di jalan dan mengemudi di rute tertentu, Maxim bekerja eksklusif berdasarkan pesanan di aplikasi.

"Kami memahami, berdasarkan fakta di lapangan, banyak permintaan dari masyarakat Kaimana yang membutuhkan layanan transportasi online untuk menunjang kehidupan mereka," ujar Yuan Ifdal Khoir. 

Ia menyebut Maxim akan selalu menghargai hak konsumen untuk memilih layanan yang nyaman sesuai dengan preferensi atau pilihan mereka.

Selain itu, Maxim mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia khususnya di Kabupaten Kaimana.

Termasuk membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan melalui program kemitraan. 

"Kami terbuka untuk kerja sama dan berdiskusi dengan berbagai pihak guna mencari solusi yang adil, seimbang, dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas," kata Yuan Ifdal Khoir.

Maxim adalah layanan transportasi online, antar barang dan makanan, serta layanan lain berbasis aplikasi digital di lebih dari 350 kota di Indonesia.

Alasan Sopir Angkot

Para sopir angkot trayek Kota dan Tanggaromi tersebut menolak kehadiran Maxim di Kabupaten Kaimana. 

Satu di antara sopir angkot, Rizal Matdoan, menyebut kehadiran angkutan berbasis online akan berdampak pada penghasilan sopir angkot.

"Sudah pasti kehadiran Maxim membuat penumpang tidak akan naik angkutan umum," kata Rizal Matdoan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.