Penguatan Ekonomi Rakyat, Bupati Pandeglang Resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Kertasana
Abdul Rosid February 12, 2026 10:59 PM

 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Pandeglang, Banten, Kamis (12/2/2026).

Turut hadir dalam acara tersebut Vice President Bank Mandiri Iwan Setyawan, Vice President Bank Mandiri Agus, Assistant Vice President Teguh, Assistant Vice President Adji Satrio Utomo, Kepala Cabang Pandeglang Randi, Kepala Cabang Serang Reinal, Kepala Cabang Banten Labuan Bima, serta Kepala Cabang Pandeglang Menes Wihandoko.

KDMP merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang dibentuk sebagai lembaga ekonomi berbasis desa/kelurahan. Program ini diinisiasi pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui prinsip gotong royong dan kemandirian.

Baca juga: Dibangun di Atas Makam, Pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih di Malimping Lebak Tuai Amarah Warga

Bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, koperasi ini berfokus pada pemberdayaan potensi lokal, modernisasi usaha desa, dan inklusi keuangan, serta didukung melalui pendekatan pinjaman produktif.

Dalam sambutannya, Raden Dewi Setiani mengatakan peresmian KDMP ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan implementasi awal yang konkret dari kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan PT Bank Mandiri yang ditandatangani pada 6 Januari 2026, khususnya dalam pemanfaatan layanan perbankan dan pemberdayaan ekonomi desa.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program KDMP sejalan dengan arahan kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek.

"Karena negara mendorong desa agar memiliki kelembagaan yang kuat, terhubung dengan ekonomi formal, dan mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan," katanya dalam keterangan tertulis kepada TribunBanten.com, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai program KDMP sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Pandeglang, yakni penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan UMKM desa, perluasan inklusi keuangan masyarakat, digitalisasi layanan ekonomi hingga pelosok desa, serta pengurangan ketergantungan terhadap praktik ekonomi informal yang tidak sehat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri atas komitmen dan peran nyata yang tidak hanya melalui pendampingan kelembagaan ekonomi, tetapi juga menghadirkan transaksi perbankan modern seperti EDC, QRIS, dan Livin’ Merchant.

"Ini penting saya tegaskan, KDMP hari ini tidak boleh lagi dikelola secara konvensional dan tertutup. KDMP harus adaptif, transparan, dan profesional serta mampu menjadi jembatan antara ekonomi rakyat dan ekonomi nasional," ucapnya.

Ia berpesan, keberhasilan KDMP tidak hanya ditentukan oleh gunting pita atau peresmian semata, tetapi juga konsistensi pengurus dalam menata dan mengelola koperasi.

Disiplin anggota dalam berkoperasi, keberanian untuk berinovasi, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah dan mitra perbankan menjadi kunci keberhasilan.

"Pemkab Pandeglang tidak akan melepas KDMP ini berjalan sendiri. Kami akan memastikan pembinaan kelembagaan koperasi terus dilakukan, disinkronkan dengan program pemberdayaan UMKM dan desa, serta penguatan kapasitas SDM pengelola koperasi," bebernya.

Ia berharap KDMP Desa Kertasana dapat menjadi model bagi desa lainnya di Pandeglang.

"Sehat secara kelembagaan, aktif dalam usaha, terhubung secara digital, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa," pungkasnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.