Puing Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel Belum Dibersihkan, Warga Keluhkan Aroma Menyengat
Abdul Rosid February 12, 2026 10:59 PM

 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Empat hari pasca kebakaran gudang kimia di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), puing-puing sisa kebakaran masih terlihat berceceran di depan gedung, Kamis (12/2/2026).

Kondisi gedung pasca kebakaran pada Senin (9/2/2026) memicu aroma menyengat hingga radius 100 meter dari titik kebakaran.

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, puing-puing sisa kebakaran tampak masih menumpuk di depan bangunan gudang. 

Material yang berserakan didominasi potongan besi yang diduga merupakan rangka dan rak penyimpanan barang yang hangus terbakar.

Baca juga: Mantan Kadis LH Tangsel Divonis 7 Tahun, Korupsi Sampah Rugikan Negara Rp20,3 Miliar

Selain itu, terlihat puluhan drum plastik berwarna biru yang masih berada di area sekitar gudang. 

Beberapa drum tampak masih berisi cairan yang diduga bahan kimia, tersusun di dekat puing-puing tanpa penutup tambahan.

Aroma yang tercium di sekitar lokasi sangat menyengat, menyerupai bau minyak tanah, bahkan terasa lebih kuat dibandingkan sehari sebelumnya. 

Sejumlah pekerja yang beraktivitas di kawasan tersebut mengaku, mengalami pusing akibat bau yang ditimbulkan dari sisa material terbakar. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan sempat pingsan.

“Iya, pingsan. Pagi lagi bikin kue, tiba-tiba jatuh. Awalnya sempat keluar dulu ke sini,” ujar seorang penjaga keamanan, Rohman, saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, sebelum tak sadarkan diri, korban terlebih dahulu mengeluhkan pusing. 

“Iya, sudah pusing dulu,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga hari keempat pasca kebakaran, setidaknya dua orang di lingkungannya mengalami pingsan yang diduga akibat menghirup bau menyengat tersebut. 

“Kalau di tempat saya, dua orang,” ungkap pria yang bekerja tepat di samping gudang yang terbakar itu.

Ia pun berharap, pihak terkait segera melakukan pembersihan menyeluruh guna mencegah dampak kesehatan yang lebih luas. 

"Soalnya kalau bau nya gini terus, kami terganggu juga, dan khawatir bisa membahayakan penghuni kawasan," harapnya.

Tak hanya warga, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran pun mengeluhkan hal yang sama.

Menurutnya, jika puing-puing itu tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan akan memberikan dampak pencemaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, Pilar meminta, pemilik gudang untuk segera mengangkut puing-puing tersebut ke tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Sementara itu, Manajer Operasional PT Biotek Saranatama, Luki mengaku, sudah memiliki rencana untuk membuang puing-puing tersebut. 

Namun kata dia, hal itu belum dilakukan lantaran puing-puing tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Pasca kebakaran sebenarnya kami sudah mau membuang puing-puing ini ke Kabupaten Bogor, kita sudah ada kerjasama dengan pihak lain untuk mengelola limbah B3," katanya.

"Tapi kemarin kata polisi ini masih dibutuhkan untuk penyelidikan. Maka  kalau sudah di izinkan hari ini kami langsung alihkan puing-puing nya dari sini," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.