Emak Suriani Bom Toko Emas Somba Opu saat Harga Hampir Sentuh Rp3 Juta Per Gram
Muh Hasim Arfah February 13, 2026 12:19 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Siang yang biasanya sibuk di kawasan penjual emas Jalan Somba Opu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/2/2026), mendadak berubah mencekam.

Di tengah lonjakan harga emas yang tengah meroket, seorang perempuan Suriani alias SU (41) nekat merampok di Toko Emas Logam Mulia dengan modus berpura-pura sebagai pembeli.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita.

Jalan Somba Opu yang dikenal sebagai pusat perdagangan emas terbesar dan terpadat di Indonesia Timur siang itu tetap dipadati aktivitas jual beli. 

Deretan lebih dari 100 toko emas berjajar sepanjang kurang lebih 700 meter di kawasan Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang. 

Sejak 1970-an, kawasan ini menjadi destinasi utama perhiasan emas berkualitas 20 hingga 23 karat sekaligus pusat oleh-oleh khas Makassar.

SU datang seorang diri ke toko.

Baca juga: Harga Emas Nyaris Rp3 Juta, Wanita di Makassar Nekat Gasak Perhiasan Rp2 Miliar

Ia sempat berbincang dengan pegawai dan meminta sejumlah perhiasan untuk diperlihatkan.

Tanpa menimbulkan kecurigaan, pegawai toko mengumpulkan emas yang diminta dan memasukkannya ke dalam paperbag.

Pelaku bahkan sempat meminta izin untuk memotret perhiasan tersebut dengan alasan hendak dikirimkan kepada suaminya.

Namun situasi berubah drastis ketika permintaan itu ditolak pemilik toko.

Menurut Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, pelaku kemudian mengeluarkan dua botol berisi bensin yang telah disiapkan dalam tasnya. Botol tersebut disulut dan dilempar ke dalam toko.

Api langsung menyambar dan membesar.

Pengunjung serta pegawai panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Di tengah kekacauan itu, SU membawa kabur paperbag berisi perhiasan emas yang nilainya ditaksir mencapai Rp2 miliar atau setara hampir satu kilogram emas dengan berbagai ukuran dan kadar.

“Barang buktinya kurang lebih Rp2 miliar,” ujar Arya.

Beruntung, aksi pelaku tidak berjalan mulus. Banyaknya warga di lokasi membuat SU segera dikejar dan berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian.

Saat ditangkap, pelaku yang mengenakan baju terusan tampak histeris.

Sementara itu, warga dan pegawai toko berupaya memadamkan api secara manual agar tidak meluas ke toko-toko lain.

Akibat insiden tersebut, seorang penjual emas kaki lima bernama Awal (36) mengalami luka bakar di kaki dan lengan saat membantu memadamkan api.

Dua pegawai toko lainnya juga mengalami luka bakar ringan.

Saksi mata menyebut pelaku sempat datang seperti pembeli biasa sebelum tiba-tiba melemparkan botol berisi cairan yang sudah terbakar ke dalam toko.

Tidak terdengar suara ledakan, namun kobaran api sempat membesar dan menimbulkan bau menyengat.

Peristiwa ini terjadi di tengah harga emas yang sedang berada di titik tinggi.

Pada hari yang sama, harga emas batangan Antam ukuran 1 gram mencapai Rp2.947.000, dengan harga buyback Rp2.741.000 per gram. 

Emas UBS bahkan menembus Rp3.002.000 per gram, sementara produk lain seperti Galeri 24 dan Hartadinata Abadi juga berada di kisaran Rp2,9 juta per gram. Tingginya harga emas semakin menegaskan besarnya nilai barang yang nyaris raib dalam aksi siang bolong tersebut.

Menurut polisi, SU diketahui berasal dari Gowa dan beralamat di Kabupaten Bantaeng. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku adalah karena terlilit utang.

“Pelaku mengaku melakukan percobaan pencurian ini karena terhimpit utang,” jelas Arya.

Kawasan Somba Opu sendiri dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan, baik karena kebakaran, fluktuasi harga emas, hingga gangguan keamanan. Pada Januari 2026, kebakaran besar sempat melanda kawasan tersebut. Sementara kasus pencurian kendaraan bermotor juga pernah terjadi pada Desember 2025.

Sebagai kawasan strategis ekonomi, Jalan Somba Opu menjadi barometer aktivitas perdagangan emas di Sulawesi Selatan. Peristiwa perampokan yang disertai pelemparan bom molotov ini kembali menyoroti aspek keamanan di pusat bisnis yang nyaris tak pernah sepi tersebut.

Kini, Toko Emas Logam Mulia tampak tertutup. Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap terlihat berjaga di sekitar lokasi, sementara proses hukum terhadap pelaku terus berjalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.