Tradisi 'Ampuh' Cari Orang Hilang di Ponorogo, Pelajar Ditemukan Dalam Sumur Tua
Noval Andriansyah February 13, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Ponorogo - Tradisi pencarian orang hilang yang dikenal dengan sebutan Buk Buk Teng, masih dipercaya warga di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk mencari orang hilang.

Bahkan, tradisi tersebut kembali 'terbukti ampuh' menemukan seorang pelajar bernama Adi Saputra (14), yang sempat dilaporkan hilang sejak Jumat (7/2/2026).

Namun, pelajar berusia 14 tahun itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Adi ditemukan tewas mengambang dalam sumur tua sedalam 40 meter.

Penemuan jasad Adi tepatnya di sumur tua yang berada sekitar 100 meter di sebelah utara rumah korban di Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Senin (9/2/2026).

Tradisi Buk Buk Teng dilakukan warga dengan berkeliling kampung sambil membawa kentongan dan memanggil nama orang yang hilang.

Baca juga: Pelajar Hilang Ditemukan Berkat Tradisi Buk Buk Teng, Ternyata Dalam Sumur Tua

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJatim.com, Pamapta I Polres Ponorogo, Ipda John Anderson Batara Aryasena membenarkan insiden tersebut.

Menurut Ipda John, saat pencarian berlangsung, warga mencium bau menyengat dari arah sumur tua yang sudah lama tidak digunakan.

“Seorang warga kemudian mengecek ke dalam sumur menggunakan senter dan melihat korban dalam kondisi sudah mengapung."

"Setelah itu, temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian,” ujar Ipda John Anderson, Senin.

Mendapat laporan tersebut, polisi segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bulu Lor serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.

Mengingat kedalaman sumur mencapai sekitar 40 meter, Basarnas dari Kabupaten Trenggalek turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

Evakuasi jenazah berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Petugas gabungan harus menggunakan peralatan khusus serta melakukan pengurasan udara di dalam sumur terlebih dahulu karena kondisi jenazah yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

“Kesulitannya karena sumur sangat dalam dan sempit, sehingga membutuhkan alat khusus serta kehati-hatian ekstra,” ungkap Fitra A Chasanda dari Tim Basarnas Trenggalek di lokasi kejadian.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Adi Saputra langsung diserahkan kepada Satreskrim Polres Ponorogo.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Harjono Ponorogo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan resmi Polsek Jambon, Adi terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB setelah pulang sekolah.

Saat itu, korban sempat berganti pakaian dengan mengenakan kaos olahraga SMPN 1 Jambon dan celana panjang biru dongker.

Setelah berganti pakaian, Adi pergi lagi tanpa berpamitan kepada keluarga dan tanpa mengenakan alas kaki.

Hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga dan warga mulai melakukan pencarian.

Upaya pencarian warga kemudian viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @infoponorogo.

Dalam unggahan tersebut, terlihat warga berkeliling kampung sambil membawa kentongan dan meneriakkan nama korban.

“Iki proses goleki wong ilang kanthi cara tradisional buk buk theng/buk theng keok,” tulis akun tersebut, yang menjelaskan proses pencarian orang hilang dengan cara tradisional Buk Buk Teng.

Video berdurasi 51 detik itu memperlihatkan suasana pencarian di malam hari, disertai suara kentongan dan teriakan warga, “Balik le, ng ndi kowe?” yang berarti “Pulang, kamu di mana?”

Kasus meninggalnya Adi Saputra saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologis lengkap serta penyebab pasti korban ditemukan meninggal di dalam sumur tua tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.