Empat Atlet NPC Sumut Dipanggil Masuk Pelatnas Asian Para Games 2026
Truly Okto Hasudungan Purba February 13, 2026 02:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar membanggakan datang dari National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara. Sebanyak empat atlet terbaik Sumut kembali mendapat kepercayaan untuk mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Jepang.

Keempat atlet tersebut yakni Riadi Saputra, Reza Pramana Perangin-angin, Marialam Sihotang, dan Selamat Juanda. Mereka merupakan atlet-atlet yang sebelumnya sukses mempersembahkan medali bagi Kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2026 di Thailand.

Prestasi gemilang yang ditorehkan para atlet ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses pemanggilan ke Pelatnas. Riadi Saputra tampil impresif di cabang atletik dengan menyumbangkan satu medali emas dari nomor Lempar Cakram kelas F55, satu medali perak dari Lempar Lembing F55, serta satu medali perunggu dari Tolak Peluru F55.

Sementara itu, Reza Pramana Perangin-angin juga menunjukkan dominasi di kelas F44. Ia berhasil meraih dua medali emas masing-masing dari nomor Lempar Cakram dan Tolak Peluru, serta satu medali perak dari Lempar Lembing.

Baca juga: SMeCK Hooligan Berharap PSMS Raih Tiga Poin Kontra Sumsel United, Prediksi Menang 2-0

Di cabang blind judo, Marialam Sihotang menyumbangkan medali perak di kelas J1/J2 -52 kg combine. Selamat Juanda pun tak kalah membanggakan setelah meraih medali perak dari nomor J1/J2 -95 kg combine.

Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, mengungkapkan rasa bangganya atas pemanggilan empat atlet tersebut. Ia menilai kesempatan tampil di level Asia merupakan pencapaian besar yang tidak bisa diraih semua atlet. 

“Ini menjadi suatu kebanggaan. Atlet kita dipanggil untuk mengikuti Pelatnas Asian Para Games. Apalagi ini level Asia, tidak semua atlet bisa masuk ke level ini. Dengan terpanggilnya empat atlet ini tentu menjadi kebanggaan bagi Sumut,” ujar Alan.

Ia berharap para atlet dapat mengikuti seluruh program latihan dengan maksimal dan memenuhi target yang telah ditetapkan oleh pelatih nasional, sehingga mampu berbicara banyak di Jepang nanti.

Alan menjelaskan, pemanggilan atlet ke Pelatnas dilakukan melalui proses seleksi ketat berdasarkan hasil evaluasi di ASEAN Para Games. Atlet yang dinilai memiliki potensi bersaing di level Asia akan diprioritaskan, namun tetap melalui tahapan seleksi lanjutan.

“Dari hasil ASEAN Para Games itu disaring lagi siapa yang kira-kira bisa bersaing di level Asia. Kemarin memang banyak yang tampil di ASEAN, tapi belum tentu semuanya sesuai target untuk level Asia. Masih ada proses seleksi, termasuk promosi dan degradasi,” jelasnya.

Menurutnya, Asian Para Games memiliki tingkat persaingan yang jauh lebih ketat dibanding ASEAN Para Games, sehingga proses seleksi pun lebih selektif.

NPC Sumut, lanjut Alan, berkomitmen penuh mendukung para atlet yang berpeluang masuk Pelatnas. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi, monitoring, dan pembinaan terhadap atlet-atlet potensial di daerah.

“Kita di Sumut akan terus berupaya mendukung. Kalau ada seleknas atau promosi dan degradasi, kita akan memberikan kesempatan kepada atlet-atlet kita. Makanya kita tetap evaluasi dan monitoring, serta terus berlatih di Medan,” katanya. (cr29/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.