TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Memasuki hari ketiga pencarian, Kamis (12/2/2026), Nadia Eka Kurniawati (13) belum juga ditemukan.
Tim SAR gabungan masih menyisir aliran Sungai Karangmalang hingga area Waduk Jatibarang, Kota Semarang.
Baca juga: 3 Hari Mencari Nadia. Tim SAR Bertaruh Nyawa Sisir Arus Sungai Karangmalang Semarang
Kasi Operasi Basarnas Kantor SAR Semarang, Moel Wahyono, mengatakan pencarian hari ini difokuskan pada susur sungai dan penyisiran permukaan waduk. Namun, cuaca menjadi tantangan utama.
“Hasil sementara masih nihil. Tadi sempat turun hujan, debit air sungai meningkat sehingga penyisiran agak terkendala,” ujarnya.
Hujan yang mengguyur kawasan Mijen membuat arus sungai semakin deras.
Kondisi itu memaksa tim bergerak lebih hati-hati, terlebih medan di tepi sungai tergolong ekstrem.
Menurut Moel, sejumlah titik memiliki tebing tinggi dan kontur curam yang berisiko bagi personel.
“Tim harus ekstra waspada karena tebingnya cukup tinggi dan licin,” katanya.
Tak hanya arus deras, penyisiran di Waduk Jatibarang juga menghadapi kendala tumpukan sampah yang mengapung di permukaan air.
Sampah-sampah tersebut membuat proses pencarian harus dilakukan lebih teliti.
“Di waduk banyak sampah menumpuk, jadi penyisiran perlu lebih cermat,” jelasnya.
Dalam operasi di waduk, tim menggunakan perahu fiber.
Penggunaan perahu karet dihindari untuk mengurangi risiko kebocoran akibat benda tajam atau material keras yang terseret arus.
Area waduk yang luas menjadi fokus maksimal pencarian hari ini.
Selain menyisir permukaan, petugas juga memantau pintu pembuangan air untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.
Operasi pencarian dijadwalkan berakhir pukul 16.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Kronologi Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Karangmalang Semarang, Tim SAR Menyisir 10 Kilometer
Sesuai prosedur, proses pencarian dilakukan selama tujuh hari.
“Ini hari ketiga. Kami masih berharap korban segera ditemukan,” kata Moel.
Sebelumnya, Nadia dilaporkan hanyut pada Selasa (10/2/2026) malam setelah tanggul jebol dan air meluap hingga ke badan jalan di wilayah Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen. (Rad)