TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka pemenuhan kebutuhan personel organisasi TNI, TNI Angkatan Laut membuka kesempatan kepada pemuda-pemudi terbaik seluruh Indonesia untuk menjadi Calon Bintara dan Tamtama TNI AL.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kodaeral III menggelar kegiatan kampanye werving TA 2026 berupa Sosialisasi Penerimaan Calon Prajurit Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Laut TA 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang No. 8, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada Kamis (12/2) pagi.
Kegiatan sosialisasi tersebut mengundang perwakilan pelajar dari 100 SMA/SMK/sederajat di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar kelas XII yang akan melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA/SMK mengenai mekanisme, persyaratan, serta tahapan seleksi penerimaan calon prajurit TNI AL.
Dalam kegiatan tersebut dipaparkan informasi terkait persyaratan, kriteria calon peserta, jadwal pelaksanaan seleksi, serta berbagai informasi penting lainnya mengenai rangkaian proses rekrutmen prajurit TNI AL. Selain itu, ditampilkan pula berbagai jenis seragam (uniform) yang digunakan oleh masing-masing korps TNI AL, yang diperagakan langsung oleh prajurit. Peragaan ini semakin menambah antusiasme para peserta.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan lahir sumber daya manusia TNI AL yang unggul, profesional, dan berdaya saing, sehingga mampu mendukung kesiapan serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan pelaksanaan tugas-tugas TNI Angkatan Laut di masa mendatang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para perwira, staf dan personel Kodaeral III.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten Personalia (Aspers) Kodaeral III, Kolonel Laut (S) Abu Ali, S.E., M.Tr.Opsla. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan TNI AL kepada generasi muda, khususnya siswa SMA/sederajat yang dalam waktu dekat akan lulus sekolah, sekaligus memotivasi mereka untuk bergabung dengan TNI AL.
Ia menilai antusiasme pelajar sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai persyaratan teknis seperti tes psikologi, tes kesamaptaan jasmani, dan tahapan seleksi lainnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa kelas XII yang berminat menjadi prajurit TNI AL agar mulai mempersiapkan diri sejak sekarang, terutama dari aspek kesehatan, psikologi, dan kemampuan jasmani. Persiapan yang matang akan lebih baik dibandingkan persiapan yang dilakukan secara mendadak.
Kepada para orang tua, ia mengingatkan agar tidak memaksakan kehendak kepada anak dalam menentukan pilihan karier, namun tetap memberikan arahan yang positif. Ia menutup dengan semboyan TNI AL, “Join the Navy to See the World.” Jika ingin melihat dunia, bergabunglah dengan TNI Angkatan Laut.
Sementara itu, Kadisminpers Kodaeral III, Letkol Laut (KH) Asep Mulyadi, S.Pd., M.Tr.Opsla., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa untuk mendukung tugas pokok TNI AL dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai kebutuhan organisasi.
Penyediaan SDM tersebut dilaksanakan melalui proses rekrutmen, yang diawali dengan kegiatan kampanye atau sosialisasi guna menyampaikan informasi kepada calon prajurit dari SMA/SMK sederajat mengenai syarat serta mekanisme seleksi.
Baca juga: Danlantamal III Jakarta Pimpin Sertijab 5 Pejabat Penting Lantamal III Jakarta
Rencana perekrutan TA 2026 untuk Bintara sebanyak 2.450 pria dan 150 wanita (total 2.600 orang), sedangkan untuk Tamtama sebanyak 3.900 pria. Penerimaan dibagi menjadi tiga gelombang.
· Gelombang I:
Bintara 820 pria dan 75 wanita (total 895 orang);
Tamtama 1.300 pria.
Pendaftaran telah dilaksanakan pada Desember 2025.
· Gelombang II:
Bintara 820 pria dan 75 wanita (total 895 orang);
Tamtama 1.100 pria.
Pendaftaran dibuka pada 15 Januari–28 Februari 2026.
· Gelombang III:
Bintara 810 pria;
Tamtama 1.100 pria.
Pendaftaran dibuka pada 15 Mei–30 Juni 2026.
Pelajar kelas XII yang lulus tahun 2026 dapat mengikuti pendaftaran pada gelombang ketiga ini.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi https://al.rekrutmen-tni.mil.id dengan mengisi formulir pendaftaran. Selanjutnya, calon peserta wajib melakukan daftar ulang/validasi secara langsung di Mako Pangkalan TNI AL terdekat sesuai domisili. Untuk pendaftar di Bandung Raya dan sekitarnya, validasi dapat dilakukan di Mako Lanal Bandung.
Dokumen yang dibawa saat validasi:
· Cetakan formulir pendaftaran online
· Akta kelahiran calon
· KTP calon
· KTP orang tua/wali
· Kartu Keluarga orang tua/wali
· Ijazah SD, SMP, SMA/SMK
· SKHUN SD, SMP, SMA/SMK
· Rapor kelas XII semester 1–5
· Surat keterangan terdaftar sebagai peserta UN
· Pas foto hitam putih (4x6 = 2 lembar, 3x4 = 1 lembar)
· Seluruh dokumen asli dan fotokopi legalisir masing-masing 1 lembar
Selama proses penerimaan berlangsung, calon tidak dipungut biaya apa pun. Apabila ada pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta sejumlah uang untuk ditransfer, hal tersebut dipastikan merupakan penipuan dan agar segera dilaporkan kepada panitia terdekat.
Baca juga: TNI AL Siapkan 2 Komando Armada Baru di Kalimantan Timur dan Ambon, Perkuat Pertahanan Laut
Persyaratan umum, khusus, tambahan, serta materi seleksi dipaparkan secara lengkap kepada peserta, meliputi pemeriksaan kesehatan, tes psikologi (tulis dan wawancara), tes kesamaptaan jasmani, tes akademik, tes tulis dan wawancara, serta pemeriksaan administrasi.
Dalam penutupannya disampaikan bahwa negara memanggil putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Laut, ksatria pengawal samudera. Masa muda hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita. Seleksi dilakukan secara objektif guna menjaring calon terbaik yang layak menjadi prajurit TNI AL.
Baca juga: HEBAT, TNI AL Masuk 4 Besar Kekuatan Angkatan Laut Dunia, Berikut Daftar 10 Besar Terkuat
Para siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan ini karena menambah wawasan mereka mengenai TNI AL serta tata cara pendaftaran dan seleksi.
Muhammad Fadhillah dari SMK Mutiara Bandung mengaku tertarik masuk TNI AL karena sejak kecil mengagumi TNI dan dia optimistis dapat menjadi salah satu prajurit TNI AL. Ia menilai sosialisasi yang diberikan cukup jelas dan membuatnya lebih memahami detail persyaratan pendaftaran.
Fahmi Arif Maulana dari SMKN 6 Bandung menyampaikan bahwa awalnya ia tertarik masuk TNI AD, namun setelah mengikuti sosialisasi, pengetahuannya tentang TNI AL bertambah sehingga menjadikan TNI AL sebagai salah satu opsi pertimbangannya.
Sementara itu, pelajar siswi yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut, Septiani Ramadhani dari SMK Pelita 2 Bandung mengatakan bahwa cita-citanya memang ingin menjadi anggota TNI. Sosialisasi ini membantunya memahami persyaratan dan tahapan seleksi, khususnya tes jasmani, sehingga ia memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Ia menyatakan optimistis dapat lolos seleksi dan mendapat dukungan penuh dari orang tua. (*)