TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Perumda Pembangunan Sarana Jaya bersama Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta meneken nota perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) pelestarian budaya Betawi di Hotel Novotel Cikini, Kamis (12/2/2026).
Kerja sama ini mendorong hotel-hotel milik Sarana Jaya menjadi ruang promosi sekaligus edukasi budaya Betawi, sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan ruang publik yang hidup dan berkarakter.
Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tersebut menjadi dasar operasional pelestarian budaya Betawi di unit usaha perhotelan yang dikelola pihaknya.
"PKS ini menjadi dasar operasional pelestarian budaya Betawi di unit usaha perhotelan yang kami kelola," ujar Bernard kepada wartawan di lokasi.
Implementasi kerja sama dilakukan di Novotel Jakarta Cikini, Hotel Mercure Jakarta Cikini, serta Veranda Hotel Pakubuwono.
Bernard menjelaskan, melalui kolaborasi tersebut hotel tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga menjadi media edukasi budaya, kuliner, hingga narasi sejarah Jakarta.
Momentum Ramadan pun dipilih sebagai ruang aktivasi budaya.
Lewat program Ngabuburit Ramadan di Novotel Jakarta Cikini, hotel menghadirkan sajian buka puasa terinspirasi kuliner legendaris kawasan Cikini-Menteng seperti bubur Cikini, siomay, soto Betawi, dan mie ayam.
"Tujuan kami mempertahankan dan melestarikan budaya Betawi, sekaligus mendorong generasi muda lebih mencintai budaya Jakarta," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret Pemprov menghadirkan budaya Betawi di ruang-ruang publik strategis, termasuk hotel.
"Tadi kita telah menandatangani perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Kebudayaan, dengan Sarana Jaya. Bentuk kerja samanya terkait pemajuan kebudayaan Betawi," kata Miftahulloh.
Ia menjelaskan, implementasi kerja sama dilakukan melalui penyajian kuliner khas Betawi serta menghadirkan ornamen budaya seperti kembang kelapa, ondel-ondel, batik, dan elemen dekoratif lainnya di hotel-hotel yang dikelola Sarana Jaya.
Dengan kolaborasi ini, lanjut dia, budaya Betawi diharapkan tersosialisasi dengan baik kepada para tamu hotel, sehingga semakin mengenal ikon-ikon budaya Jakarta.
Kerja sama tersebut juga disebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan bahwa budaya Jakarta adalah budaya Betawi.
Diketahui, dalam menyambut Ramadan, Novotel Jakarta Cikini menawarkan paket prasmanan All You Can Eat seharga Rp388.000 per orang di Restoran Food Exchange. Program ini dijadwalkan berlaku mulai hari pertama Ramadan yang jatuh pada 18 Februari 2026.
Selain kuliner, Novotel juga menampilkan booth UMKM batik Betawi serta menghadirkan program Heritage Walk yang mengajak tamu mengenal situs bersejarah di kawasan Menteng dan Cikini.
Sarana Jaya turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk terlibat dalam berbagai aktivitas hotel.
Konsep serupa sebelumnya telah diterapkan di kawasan Tebet dengan menghadirkan kuliner harga terjangkau agar masyarakat dapat berkumpul dalam suasana hangat dan inklusif.
Melalui kerja sama ini, Pemprov DKI dan Sarana Jaya menargetkan pelestarian budaya Betawi menjadi praktik berkelanjutan dalam pengelolaan aset daerah, sekaligus memperkuat citra Jakarta menjelang lima abad.