Sosok Kapten Baskoro di Mata Keluarga: Pendiam, Humoris, dan Peduli
Dian Anditya Mutiara February 13, 2026 02:15 PM

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT — Duka menyelimuti rumah Kapten Baskoro Adi Anggoro di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).

Di balik kabar kepergiannya sebagai co-pilot Smart Air, keluarga mengenang sosok Baskoro sebagai pribadi pendiam yang ternyata humoris dan penuh kepedulian.

Co-pilot maskapai Smart Air tersebut menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal di Bandara Korowai Batu, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pengamatan Warta Kota banyak karangan bunga diletakkan dari dalam sampai ke luar rumah dari kapten Baskoro.

Sejumlah pelayat terlihat memasuki rumah duka Kapten Baskoro untuk memberikan ucapan bela sungkawa ke keluarga.

Jenazah Kapten Baskoro sudah dimasuki peti mati dan di atasnya dikeliling oleh bunga putih.

Baca juga: Pesan Darurat Terakhir Kapten Egon Sebelum Gugur di Bandara Koroway

Pemakaman di TPU Pondok Kelapa

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa sore nanti.

Sebelum dimasukan ke dalam liamh lahat, bakal ada proses pelepasan jenazah sekira pukul 14.00 WIB.

Adik Kandung Kapten Baskoro, Hapsari menjelaskan, dirinya mendapatkan kabar duka tersebut Rabu (11/2/2026) sekira pukul 12.00 WIB.

Kabar duka itu ia terima dari salah satu rekan Kapten Baskoro dan meminta Hapsari segera pulang ke rumah untuk beri tahu orangtua.

"Terus saya diminta untuk tunggu kabar lagi. Terus saya pulang ke rumah ketemu sama papa dan mama sudah dalam kondisi berduka," tuturnya, Jumat.

Di rumah, lanjut wanita memakai kemeja putih itu, dirinya mendapatkan kabar bahwa kakak kandungnya sudah meninggal dunia.

Baca juga: Papua Mencekam, Penembakan Kembali Terjadi Setelah di Boven Digoel dan Mimika

Hapsari menegaskan, kakak kandungnya tewas usai ditembak oleh orang tidak dikenal di Bandara Korowai Batu, Papua Selatan.

"Kakak itu kalau di rumah sebenarnya pendiam ya. Tapi saya dapat cerita dari teman-teman kakak itu ternyata suka melawak, banyak yang sayang sama kakak. Banyak yang bilang kangen sama lawakan kakak," tegasnya.

Menurutnya, Kapten Baskoro sosok yang baik dan peduli kepada keluarga khususnya sang adik.

Hapsari menilai, Kapten Baskoro memiliki jiwa sosiak yang tinggi dan terkadang lupa bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.

Artinya, Kapten Baskoro sering menbantu orang lain, padahal sedang sakit atau sedang kurang sehat.

"Kakak itu kadang tugas itu bisa sebulanan. Kakak memang dari awal dapat penugasan di Papua. Sekarang karena sudah senior, kadang dapat penugasan di Kalimantan, Makassar dan lainnya. Penempatannya lebih banyak ke korban bencan," tuturnya.

Sebagai informasi, Co-pilot pesawat Smart Air PK-SNR, Kapten Baskoro Adi tewas bersama pilot ditembak orang tak dikenal (OTK) di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Diketahui, pesawat tersebut membawa 13 orang penumpang dari Bandara Tanah Merah, Boven Digoel, sekitar pukul 10.35 WIT. 

Saat landing di Bandara Korowai pada pukul 11.05, tiba-tiba terjadi penembakan dari luar bandara. 

Pilot dan co-pilot beserta penumpang turun dari pesawat dan berlari ke arah hutan serta melaporkan kejadian tersebut melalui GPS Garmin.

Kejadian tersebut pun dibenarkan Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes I Gusti Gde Era Adhinata lewat pesan singkatnya. (m26)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.