TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jelang memasuki umat muslim menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan, lokasi pemakaman di Kota Pekanbaru ramai peziarah. Pamandangan jamak terlihat disejumlah komplek perkuburan.
Seperti yang tampak di pemakaman umum di Kampung Sepakat, jalan Bukit Pasir, Tengkerang Timur,Jumat (13/2/2026) pagi.
Peziarah datang dari berbagai wilayah, seperti warga yang tinggal di sekitar area pemakaman serta yang berada di kawasan keluarga Tengkerang Timur.
Peziarah yang datang baik perorangan maupun bersama keluarga.Mereka kemudian akan melakukan bersih-bersih pusara kemudian berdoa dan menyiram pusara dengan air bunga rampai
Komplek pusara ini ada di wilayah RW 03. Namun, warga yang keluarganya dimakamkan di komplek ini juga berasal dari RW lainnya seperti RW 04,RW 07 dan RW 09.
Menurut Wina salah satunya peziarah yang ditemui di lokasi bahwa rutinitas yang dilakukan jelang Ramadan bentuk dari kerinduan.
Menurutnya, dengan ziarah keluarga juga menyampaikan permohonan maaf dan mendoakan agar senantiasa diberikan kemudahan dan diberikan kebaikan.
" Saya datang ziarah untuk berdoa. Selain juga rindu pada orang yang telah mendahului. Semoga Ramadan dijalani dengan lancar," ungkapnya
Baca juga: Pemalsuan SKGR Terungkap Saat Ganti Rugi Tol Pekreng, Kades dan Staf Camat di Kampar Ditahan
Baca juga: Makin Meroket, Hotspot Riau Hari ini Naik Jadi 280 Titik, Masih Tertinggi di Sumatera
Pantauan Tribunpekanbaru.com di lokasi, tampak aktifitas peziarah ini juga dimanfaatkan oleh para penjual air bunga rampai.
Wati penjual bunga rampai di lokasi pusara tampak menjajakan ramuan dari beberapa bunga dengan wangi yang tajam seperti, bunga mawar, melati serta tambahan daun pandan.
Peziarah yang tiba di lokasi, ditawari air bunga rampai untuk melengkapi prosesi ziarah yang dilakukan. Untuk harga air bunga rampai seukuran plastik 1kilogram i ini dijual lima ribu rupiah.
Keberadaan penjual air bunga rampai ini pula yang menjadikan lokasi pusara menambah keramaian.
"Setiap tahun saya jualan ( air bunga rampai) di sini. Dan biasanya seminggu jelang ramadan lokasj pusara ramai," ungkapnya
Pemadangan peziarah juga tampak di komplek kuburan di jalan Aceh, Tengkerang Selatan. Lokasi ini merupakan pelamakam umum warga khusus di wilayah kelurahan.
Seperti halnya pemandangan di pusara pada umumnya jelang ramadan, lokasi disini juga ramai peziarah.
Dan penjualan air bunga rampai juga menjadi bagian dari keramaian tersebut. Sari Ali salah seorang penjual air bunga rampai mengaku bahwa momen jelang ramadan turut menjadi peluang mendapatkan cuan.
Banyaknya peziarah yang tidak membawa air bunga rampai, menjadikan dengan mereka laris manis.
Bagi Sari Ali, menjual air bunga rampai Tidka hanya sekedar untung saja. Namun, juga ada ibadah didalamnya. Karena menurutnya membantu peziarah mendapatkan air bunga rampai adalah hal yang baik.
" Makanya saya tidak berbicara untung, namun juga bisa membantu orang lain," ungkap Sari Ali.