Artikel ini tentang bagaimana hubungan tingkat pendidikan yang rendah dan kualitas penduduk setempat. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari-Online.com -Tak bisa dipungkiri, pendidikan yang rendah berpengaruh terhadap kualitas suatu penduduk. Lalu bagaimana hubungan tingkat pendidikan yang rendah dan kualitas penduduk setempat?
Secara garis besar, tingkat pendidikan rendah berbanding dengan rendahnya kualitas penduduk di suatu tempat. Hal ini bisa ditandai dengan terbatasnya keterampilan, produktivitas rendah, tingginya angka kemiskinan, serta kurangnya kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Kondisi itulah yang kemudian menciptakan lingkaran setan kemiskinan dan kesenjangan sosial serta ekonomi. Pada akhirnya, pembangunan suatu daerah pun terhambat.
Untuk lebih jelasnya, begini hubungan antara tingkat pendidikan dan kualita penduduk.
Pendidikan rendah membatasi wawasan dan keterampilan teknis, sehingga masyarakat sulit mendapatkan pekerjaan layak, meningkatkan angka pengangguran, dan pendapatan per kapita rendah.
Minimnya pengetahuan sering kali berkorelasi dengan pemahaman yang kurang mengenai pola hidup bersih, kesehatan, dan gizi, yang berdampak pada rendahnya derajat kesehatan.
Wilayah dengan tingkat pendidikan rendah cenderung tertinggal, mengalami kesenjangan sosial-ekonomi, dan sulit bersaing di era globalisasi.
Kurangnya pendidikan membuat pandangan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan masih minim, sehingga menghambat kemajuan pola pikir (mindset) yang produktif.
Kurangnya pendidikan menyebabkan produktivitas rendah, menghasilkan pendapatan minim, dan menyebabkan kemiskinan yang sulit diputus.
Intinya, jika tingkat pendidikannya naik, otomatis kualitas penduduknya juga akan naik dan dengan begitu banyak lapangan pekerjaan yang akan terbuka.
Faktor penentu kualitas penduduk
Lalu apa saja faktor penentu kualitas penduduk? Mengutip Kompas.com, tingkat kemajuan sebuah negara salah satunya dapat dilihat dari kualitas penduduk negara tersebut. Sebagaimana disebut di awal, kualitas penduduk berhubungan dengan kemampuan penduduk mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Setidaknya ada tiga faktor yang membentuk kualitas penduduk yang baik:
Tingkat pendapatan penduduk dapat diukur dari besarnya pendapatan per kapita. Menurut buku Dinamika Kependudukan (2015) karya Eka Susi Sulistyowati, pendapatan per kapita merupakan jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara.
Pendapatan per kapita diperoleh dari besarnya pendapatan nasional secara keseluruhan dibagi dengan jumlah penduduk. Semakin tinggi pendapatan per kapita, maka akan semakin tinggi tingkat kesejahteraan penduduknya.
Kita tahu, pendapatan per kapita Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain pendidikan masyarakat yang masih rendah, jumlah penduduk terlalu banyak, minimnya lapangan pekerjaan, kurangnya tenaga ahli, dan sebagainya.
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia. Kesehatan berpengaruh langsung terhadap kinerja dan produktivitas penduduk. Tingkat kesehatan biasanya diukur dari angka kematian bayi dan angka harapan hidup.
Tingginya angka kematian bayi merupakan indikator rendahnya kesehatan lingkungan dan masyarakat. Sementara itu, angka harapan hidup berhubungan dengan sarana prasarana kesehatan di sebuah daerah.
Jika angka harapan hidup di suatu negara tinggi, maka bisa dipastikan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di negara tersebut juga tinggi. Mengutip buku Permasalahan Penduduk (2019) karya Nova Tri Pamungkas, ada lima faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas kesehatan suatu daerah.
Yaitu:
- Minimnya pengetahuan tentang kesehatan
- Gizi rendah
- Keberadaan penyakit menular
- Sarana dan pelayanan kesehatan kurang memadai
- Air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kurang
Pendidikan merupakan aspek utama penentu kehidupan manusia yang lebih baik. Struktur kependudukan dengan tingkat pendidikan yang baik, cenderung memperlihatkan ciri kehidupan yang baik pula.
Menurut Pengantar Studi Kependudukan (2017) karya Musliadi, pendidikan berhubungan erat dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tingkat pendidikan yang tinggi membuat penduduk dapat mengolah sumber daya alam yang dimiliki dengan baik.
Kemampuan untuk mengolah sumber daya alam dengan baik juga berdampak pada meningkatnya taraf hidup penduduk. Sayangnya, tingkat pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain jumlah sarana dan prasarana pendidikan yang masih sedikit, tingkat pendapatan penduduk masih rendah, dan kesadaran masyarakat untuk sekolah pun masih rendah.
Begitulah, bagaimana hubungan tingkat pendidikan yang rendah dan kualitas penduduk setempat. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.