selalu.id - Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, menjadi saksi dimulainya babak baru upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.
Di hadapan warga dan jajaran pemerintah pusat, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya menurunkan angka kemiskinan secara drastis dalam lima tahun ke depan.
Didampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyampaikan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa ditangani secara parsial.
“Ini bukan kerja satu pihak. Kita butuh sinergi nyata antara pusat dan daerah. Hari ini adalah langkah awal gerakan bersama,” jelasnya, Jumat (13/2/2026).
Gus Fawait mengatakan bahwa kemiskinan di Jember banyak terkonsentrasi di wilayah perdesaan, terutama di kawasan pinggir hutan, perkebunan, dan pesisir.
Kondisi tersebut menuntut kebijakan yang lebih spesifik dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan bukan sekadar program bantuan, melainkan proses panjang membangun kemandirian.
“Ini bukan sulap yang selesai semalam. Tapi dengan komitmen dan kerja bersama, lima tahun ke depan kita harus melihat perubahan nyata,” tegasnya.
Dengan Komitmen ini, diwujudkan melalui berbagai program: penyaluran 200 paket Gemarikan untuk pemenuhan gizi keluarga, bantuan sembako dan santunan tunai, hingga distribusi sembako di Kampung Zakat.
Pemerintah daerah juga menghidupkan kembali PBI JKN, memperbaiki atap rumah warga melalui Program Genting, membangun sanitasi lewat Jambanisasi, serta mendukung pendidikan anak yatim dengan pemberian tablet.
Tak hanya itu, warga tunanetra menerima bantuan Kacamata Pintar, dan para lanjut usia mendapatkan perhatian khusus melalui Program Lansia Berdaya.
Sementara Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule menegaskan bahwa Jember menjadi salah satu prioritas nasional dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
"Program ini tidak boleh bersifat sementara. Harus berkelanjutan dan terintegrasi. Kolaborasi adalah kunci agar kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap dari desa, sinergi itu dimulai. Dengan harapan, dalam lima tahun mendatang, Jember tidak lagi dikenal sebagai daerah dengan angka kemiskinan tinggi, melainkan sebagai contoh keberhasilan kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun kesejahteraan rakyat.