Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, KOTA BEKASI- Sejumlah Civitas Academica, diataranya terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, dan Dosen, hadiri workshop program berkaitan dengan hilirisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Dalam agenda itu, perusahaan teknologi edukasi di Indonesia, Sevima, memaparkan produk terbaru yang difokuskan pada peningkatan kualitas perguruan tinggi dan dosen melalui AI.
CEO Sevima, Sugianto Salim mengatakan, produk tersebut tidak lepas dari dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
"Jadi kami Sevima sebagai education technology di Indonesia, kami sangat mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kemendiktisaintek yang salah satunya adalah hibah hilirisasi. Jadi dengan hibah ini, antara kami sebagai industri, dan pihak kampus sebagai peneliti itu bisa saling berkolaborasi," kata Sugianto ketika dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026)
Sugianto menjelaskan, inovasi tersebut adalah solusi untuk mengoptimalkan proses kegiatan belajar untuk membantu dosen dalam memberikan pembelajaran yang lebih efektif.
Teknologi AI yang diciptakan berfungsi sebagai accelerator dan enabler, sehingga mampu membantu dosen dan manajemen kampus mengurangi beban administratif, serta fokus terhadap pengajaran hingga membimbing mahasiswa.
"Dengan fitur seperti content generator berbasis AI, dosen bisa mengubah materi PDF atau PowerPoint menjadi video animasi yang lebih mudah dipahami oleh generasi sekarang, terutama Gen Z," jelasnya.
Sugianto, menuturkan, produk tersebut memiliki fitur assessment otomatis dan kemampuan memprediksi early warning bagi mahasiswa yang berpotensi mengalami kesulitan.
"Itu adalah goal kami, bagaimana meleverage teknologi AI itu bisa berdampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia khususnya di pendidikan tinggi," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Jakarta, Henry Togar, menyambut baik workshop yang sebelumnya digelar di Rumah Perubahan Jakarta Escape, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Kamis (12/2/2026) itu.
Henry mengungkapkan, teknologi AI yang telah diluncurkan tersebut diyakini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk dalam hal pengajaran dan mendukung target LLDIKTI dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di wilayahnya.
"Kami berharap inovasi semacam ini terus berkembang dan bisa membantu dosen dalam memberikan pembelajaran yang lebih optimal," singkat Henry, Jumat (13/2/2026). (M37)