14 Unit Bus Transjabodetabek Kini Layani Rute Cawang- Cikarang, Tarif Rp2.000
Joseph Wesly February 13, 2026 02:35 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Layanan Transportasi Modern Transjabodetabek kini memiliki baru untuk melayani masyarakat pengguna setia transportasi umum.

Transjabodetabek kini memiliki baru yakni rute Cawang, Jakarta–Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kehadirannya dinilai mampu membantu masyarakat, khususnya pekerja dari Kabupaten Bekasi yang beraktivitas di Jakarta, karena tarifnya jauh lebih murah dibanding transportasi lainnya. 

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, layanan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kabupaten Bekasi sebagai daerah penyangga, sekaligus menjadi peluang besar untuk menekan biaya transportasi masyarakat.

“Alhamdulillah kita berterima kasih kepada DKI. Ini sangat membantu karena tarifnya murah. Jam 05.00 sampai 07.00 hanya Rp2.000, setelah itu Rp3.500,” ujar Asep di Cikarang pada Jumat (13/2/2026).

Menurutnya ada warga yang mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp75.000 untuk perjalanan pulang-pergi ke Jakarta.

Namun dengan adanya Transjabodetabek, biaya bisa ditekan menjadi hanya sekitar Rp5.500.

“Tadi saya dengar ibu-ibu di mobil, anaknya kalau ke Jakarta pulang pagi Rp75.000. Sekarang murah, cuma Rp2.000 dan Rp3.500. Jadi ini sangat membantu,” ungkapnya.

Pemkab Kawarag segera siapkan feeder

Meski demikian, Asep menegaskan Pemkab Bekasi masih memiliki pekerjaan rumah, terutama menyiapkan feeder atau angkutan pengumpan dari kawasan permukiman menuju halte Transjabodetabek, agar layanan ini benar-benar bisa diakses luas oleh masyarakat.

“Sekarang tinggal kita Kabupaten Bekasi membuat feeder-feeder. Dari perumahan-perumahan, atau rumah yang jauh, agar bisa dijemput dan terkoneksi ke transportasi massal,” katanya.

Asep juga mendorong agar halte tidak hanya dibangun di dalam kawasan tertentu, tetapi diperluas hingga ke luar kawasan permukiman.

“Saya menginginkan ke depannya halte-halte dibikin di luar kawasan. Jangan hanya di dalam kawasan,” tambahnya.

Asep menyebut rute Cawang–Cikarang ini masih tahap percobaan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan adanya rute tambahan jika permintaan masyarakat meningkat.

“Ini kan baru percobaannya. Ada kemungkinan rute lain,” katanya.

Ia juga memastikan Pemkab Bekasi akan melakukan koordinasi lanjutan, termasuk menyampaikan langsung apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Keberuntungan ini buat kita. Nanti saya juga mau ke Jakarta, mau ke Pak Gubernur, untuk menyampaikan terima kasih,” ucapnya.

Tersedia 14 Unit dan Tarif Rp 2.000

Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Daud Joseph, menjelaskan layanan ini beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan dukungan 14 unit bus, serta tarif terjangkau Rp2.000 pada jam 05.00–07.00 WIB dan Rp3.500 di luar jam tersebut.

Daud memaparkan, pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu uang elektronik seperti e-money Mandiri, BRIZZI, Flazz, dan TapCash, termasuk JakCard. Ia berharap layanan ini sekaligus mendorong perubahan budaya masyarakat agar beralih dari pembayaran uang tunai ke sistem elektronik. 

Selain kartu, masyarakat juga bisa memanfaatkan aplikasi TJ: Transjakarta di ponsel Android maupun iPhone, karena melalui fitur TJPay penumpang dapat membayar cukup dengan memindai QR Code tanpa menggunakan kartu sama sekali.

“Dengan menggunakan aplikasi TJ Transjakarta, terkadang teman-teman warga masyarakat juga dapat mengetahui busnya sudah sampai di mana,” ujar Daud. 

9 titik perhentian di Cikarang

Untuk titik naik-turun penumpang, ia menyebut terdapat sembilan titik perhentian di wilayah Cikarang, ditambah satu titik di Grand Wisata, tepatnya di Cafe Walk.

Adapun rute di wilayah Cikarang dimulai dari titik Hollywood Junction hingga pintu masuk Tol Cikarang.

Selain kemudahan akses, Daud juga menegaskan bus yang melayani rute B051 sudah berstandar internasional dan ramah disabilitas. 

Bus dilengkapi fitur kemiringan untuk memudahkan naik-turun penumpang, jembatan khusus kursi roda, ruang kursi roda tanpa perlu dilipat, serta seatbelt demi keamanan selama perjalanan. 

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan pilar layanan Transjakarta yakni bersih, berdaya, dan bestari, termasuk aspek inklusivitas bagi seluruh segmen pelanggan seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, anak-anak, hingga penyandang disabilitas.

Ia pun mengajak warga Kabupaten Bekasi untuk memanfaatkan layanan ini, baik untuk aktivitas menuju Jakarta maupun sebaliknya. Dengan tarif Rp2.000 hingga Rp3.500, Daud menilai fasilitas tersebut sangat berharga jika dimanfaatkan secara optimal. 

“Saya mengundang semuanya untuk pertama mencoba dulu layanan ini, lalu kemudian menjadi pelanggan setia Transjakarta,” kata dia. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.