TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pesulap Merah, atau Marcel Radhival, memberikan penjelasan mengenai situasi yang terjadi setelah meninggalnya istri pertamanya, Tika Mega Lestari.
Langkah ini ia ambil setelah pihak keluarga almarhumah menyampaikan berbagai pernyataan ke publik.
Keluarga istri pertama sebelumnya menyatakan kekecewaan dan menuding Marcel telah melakukan poligami serta menelantarkan Tika selama masa hidupnya.
Marcel menyatakan bahwa ia merasa perlu meluruskan tuduhan tersebut karena merasa disudutkan oleh narasi yang berkembang di media.
Menurut Marcel, ada banyak detail mengenai kehidupan rumah tangganya dan hubungannya dengan keluarga besar istri pertamanya yang tidak diketahui oleh publik.
Ia menyebut bahwa selama ini hubungan antara almarhumah dan keluarganya sendiri memiliki dinamika yang cukup berat, terutama terkait urusan finansial.
Marcel mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, almarhumah Tika sering merasa terbebani secara mental karena berbagai permintaan materi dari pihak keluarga.
Keluhan ini disebut Marcel tidak hanya disampaikan kepadanya, tetapi juga diceritakan kepada istri kedua Marcel sebagai bentuk curahan hati.
“Bahkan galaunya istri pertama saya ke keluarganya sendiri inipun pernah diceritakan juga ke istri kedua saya," tulis Marcel dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @marcelradhival1.
"Dari mulai diminta bayar biaya bulanan tertunggak untuk ijazah adik ketiganya, diminta bayar pernikahan adik keduanya, membuat pagar di rumah ibunya juga sulit diminta patungan dan istri saya juga yang terbebani, dll,” sambungnya.
Marcel merinci bahwa beban-beban finansial tersebut meliputi berbagai hal, mulai dari urusan pendidikan adik almarhumah hingga biaya renovasi rumah orang tuanya.
Menurutnya, Tika sering merasa sendirian dalam menanggung beban tersebut.
Ia pun mempertanyakan mengapa keluarga justru memunculkan huru-hara di media setelah Tika meninggal dunia.
Padahal menurutnya pihak keluarga memiliki andil dalam membuat hidup almarhumah tidak tenang saat masih ada.
“Entah apa yang mereka mau, selama saya menikah dengan istri pertama saya padahal mereka juga yang membuat istri pertama saya merasa berat dalam hidupnya,” tambah Marcel.
Baca juga: Kian Memanas! Pesulap Merah Murka Istri Keduanya Dituding Bunuh Istri Pertama, Bantah Tuduhan Mertua
Ia juga merasa heran dengan sikap keluarga yang lebih memilih berbicara di media daripada duduk bersama untuk berdiskusi secara pribadi.
Marcel menilai tindakan keluarga yang mengungkit persoalan setelah orang yang bersangkutan meninggal dunia adalah hal yang tidak tepat.
“Entah apa yang mereka harapkan dari koar-koar di media di saat Rohimahullah sudah berpulang, di saat istri pertama saya hidup membuat hidupnya tidak tenang, ketika meninggalpun dibuat tidak tenang dengan huru-hara yang mereka tuduhkan,” tandasnya.
Mengenai tuduhan penelantaran dan isu poligami yang dilemparkan kepadanya, Marcel mengaku sudah mencoba untuk mengambil langkah penyelesaian secara kekeluargaan.
Ia berinisiatif mendatangi kediaman keluarga almarhumah agar bisa memberikan klarifikasi langsung.
Ia juga ingin mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pihak keluarga tanpa perlu melalui media sosial.
Namun, upaya untuk membuka komunikasi tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Marcel mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan saat mencoba datang ke rumah keluarga tersebut.
Bukannya diajak berbicara, ia justru diminta untuk segera pergi dari lokasi.
“Saya datang ke rumahnya diusir, saya coba ajak komunikasi secara pribadi tidak direspon, tapi malah koar-koar nyebar tuduhan di media tanpa tau kejadian aslinya seperti apa,” pungkas Marcel.
Hingga kini, ia masih mempertanyakan mengapa pihak keluarga menutup pintu komunikasi pribadi namun terus melontarkan tuduhan di ruang publik.