Profil Masyita Crystallin, Anak Buah Purbaya Jadi Petinggi Danatara Investement, Ekonom Terkenal
Moch Krisna February 13, 2026 07:32 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
Masyita Crystaliin eks Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini menjabat sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning di PT Danantara Investment Management (Persero), sejak 11 Februari 2026. 

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat integrasi antara arah kebijakan fiskal dan p engembangan sektor keuangan dengan strategi investasi jangka panjang.

Kehadiran Masyita di Danantara diharapkan mampu memperkuat dalam mengarusutamakan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

Selama menjabat sebagai Dirjen SPSK, Masyita disebut terlibat dalam sejumlah agenda reformasi sektor keuangan.

Di antaranya adalah penguatan kerangka stabilitas sistem keuangan, pendalaman pasar keuangan domestik, hingga harmonisasi kebijakan dalam implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Alih tugas ini juga disebut mencerminkan komitmen pemerintah menjaga kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola sektor keuangan.

Proses transisi dilakukan secara tertib dengan mengedepankan prinsip good governance.

Kemenkeu menyampaikan apresiasi atas kontribusi Masyita selama mengemban amanah di Direktorat Jenderal SPSK.

Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai siapa yang akan mengisi posisi Dirjen SPSK setelah Masyita resmi beralih tugas.

 

Siapa Sosok Masyita Crystallin?

Sosok Masyita Crystallin dikenal sebagai ekonom.

Wanita kelahiran 13 Juli 1981 ini resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan di Kementerian Keuangan RI sejak 2025.

Sebelum mengemban amanah tersebut, Masyita memiliki rekam jejak panjang sebagai penasihat khusus Menteri Keuangan di bidang kebijakan fiskal, makroekonomi, dan perubahan iklim.

Masa Kecil di Jambi: Terpantik Kesenjangan Pendidikan

Perjalanan hidup Masyita dimulai dari daerah pelosok di Provinsi Jambi. Ia menghabiskan masa kecilnya di desa Pelabuhan Dagang dan distrik Nipah Panjang.

Pengalaman hidup di daerah tanpa aliran listrik dan keterbatasan fasilitas pendidikan.

Bahkan, ia tidak sempat mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak (TK).

Saat pindah ke ibu kota Jambi, Masyita sempat mengalami gegar budaya akademik. Ia yang terbiasa menjadi juara kelas di desa, justru merosot ke peringkat bawah saat bersekolah di kota.

Ketertarikannya pada dunia ekonomi dan birokrasi juga dipengaruhi oleh kekagumannya terhadap sosok Sri Mulyani Indrawati.

 

Rekam Jejak Akademik

Masyita menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 2001 hingga 2005. 

Prestasi akademiknya sangat gemilang; ia meraih penghargaan sebagai mahasiswa dengan IPK tertinggi di jurusannya pada tahun 2004.

Menariknya, pembimbing skripsi Masyita saat di UI adalah Chatib Basri, ekonom senior yang kelak menjabat sebagai Menteri Keuangan RI periode 2013–2014.

Tak berhenti di dalam negeri, Masyita melanjutkan studi ke kancah internasional:

  • Gelar Master Ekonomi: Australian National University (2006).
  • Gelar Master Ekonomi Pembangunan Internasional: Claremont Graduate University, Amerika Serikat (2010).
  • Gelar Ph.D. Ekonomi: Claremont Graduate University (2015).

Berdasarkan informasi di laman resmi Masyita yang diakses SURYA.CO.ID, Jumat (13/2/2026) sore, Masyita mengawali karier sebagai dosen di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). 

Di samping itu, Masyita juga bergabung sebagai tim nasional peningkatan ekspor dan investasi yang dibawahi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pengalaman internasionalnya diperoleh ketika bergabung dengan World Bank sebagai Ekonom Makro dalam Tim Manajemen Makro-Fiskal, yang berperan penting dalam memberikan analisis dan kebijakan untuk Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan

 

Rekam Jejak Karier

  • Partner dan Head of Asia Pacific Sustainable Finance and Policy Systemiq
  • Co-Chair Deputy untuk Koalisi Menteri Keuangan untuk Perubahan Iklim (CFMCA)
  • Komisaris Indonesia Financial Group (IFG)
  • Board Member Indonesia Climate and Growth Dialogue (ICGD)
  • Board Member World Resource Institute (WRI) Indonesia
  • Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.