TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Taman Bendera Pusaka yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ternyata dirancang bisa tenggelam saat hujan deras.
Masyarakat pun diminta tidak kaget jima area taman tersebut tenggelam ketika curah hujan tinggi mengguyur Jakarta.
Konsep tersebut merupakan bagian dari desain integrasi biru-hijau yang membuat taman tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga pengendali banjir.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menjelaskan, taman tersebut berfungsi sebagai semi-storage waduk saat musim hujan.
“Kalau musim kering, dia berfungsi sebagai taman. Untuk musim hujan, untuk curah hujan intensitas 150 milimeter, dia masih sanggup menampung debit banjir untuk kawasan hilir seperti Hang Lekir, Hang Jebat. Nah, itu ditampung di sini dulu sebelum dialirkan ke hilir,” ucapnya, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan, genangan air di dalam kawasan taman merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir.
“Jadi nanti pada saat musim hujan, jangan kaget kalau ini pasti tenggelam. Karena semi-storage waduk yang didesain untuk daerah sini,” tambahnya.
Taman Bendera Pusaka memiliki luas 5,6 hektare dengan jogging track 1,2 kilometer serta berbagai fasilitas olahraga.
Namun berbeda dengan taman pada umumnya, kawasan ini memang didesain multifungsi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menambahkan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) nantinya juga akan dibangun di area taman.
“IPAL akan dibangun dibangun di sini, kenapa harus begitu? Supaya nanti airnya tidak bau, airnya menjadi bersih, sekaligus tempat ini menjadi pengendali banjir yang ada di area ini,” kata Pramono.
Dengan konsep tersebut, Taman Bendera Pusaka tidak hanya menawarkan estetika dan fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir Jakarta.