TRIBUNMATARAMAN.COM, JEMBER - 17 desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak banjir, mulai Kamis (12/2/2026) malam hingga Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, 3.944 KK terdampak banjir.
Ke-17 desa itu tersebar di delapan kecamatan yakni Rambipuji, Balung, Wuluhan, Sumbersari, Bangsalsari, Sukorambi, Kalisat, dan Ajung.
Dalam peristiwa banjir itu, seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik.
Dia adalah Siti Nur Fadilah, seorang perempuan asal Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.
Aktivis Muslimat itu sedang berada di rumahnya ketika banjir luapan dari Sungai Dinoyo, desa setempat, masuk ke dalam rumahnya, Kamis (12/2/2026) malam
Muhammad Shofwan Nidhami, tetangga korban mengungkapkan ketika hujan lebat, listrik tidak padam.
"Biasanya dimatiin saat hujan lebat. Tapi semalam tidak ada pemadaman," ujarnya, Jumat (13/2/2026)
Ketika itu kabel pitingan lampu di bekas kandang ayam rumah korban terbuka dan masuk ke dalam air genangan banjir.
Kata dia, saat itu perempuan langsung jatuh saat sedang bersih-bersih di dekat lokasi.
"Saat suaminya berangkat ke musala, sementara istrinya sedang bersih bersih. Pas tiba-tiba nggeblak (ambruk kebelakang)," kata Nidhami.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut, tidak berani menolong sebab mereka juga takut tersengat aliran listrik.
Baca juga: Menantu di Trenggalek Laporkan Mertua Dugaan Penganiayaan, Polisi Upayakan Restorative Justice
Setelah itu warga mencari lokasi meteran listrik di rumah korban untuk dimatikan, sebelum mereka melakukan pertolongan.
Setelah listrik padam, warga pun menolong Siti. Tetapi perempuan itu sudah meninggal dunia ketika dibawa ke Puskesmas setempat.
BPBD Jember mencatat ada 3.944 kepala keluarga terdampak banjir.
Ribuan KK yang terdampak tersebut tersebar di 17 desa di 8 kecamatan Kabupaten Jember.
Dari jumlah itu 299 jiwa di antaranya mengungsi.
BPBD Jember mencatat, ada 33 KK terdampak di Kecamatan Sukorambi, 3.210 KK di Rambipuji, 3 KK di Kalisat, 361 KK di Bangsalsari, 2 KK di Ajung, serta 184 di Balung.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, banjir luapan sungai juga mengakibatkan kerusakan pada tiga rumah warga, satu pondok pesantren, serta tiga jembatan.
Menurutnya, jembatan putus terjadi di Sentul Desa Suci Kecamatan Panti, karena tidak kuat menahan derasnya air Sungai Dinoyo.
"Serta Jembatan gantung roboh , dan jembatan putus di perkebunan kaputren Kecamatan Sukorambi akibat banjir," kata Edy.
Kejadian ini bermula saat hujan deras sejak, Kamis (12/2/2025) mulai pukul 12.00 WIB hingga 23.00 WIB menyebabkan terjadi kenaikan debit air di 8 sungai besar kawasan Jember.
"Sungai Dinoyo Panti, Sungai Kaliputih, sungai kaliklepuh Panti, Sungai Kalijompo Sukorambi, Sungai Rembangan Arjasa, Aliran Sungai Bedadung, Sungai Karangbayat Sumberbaru dan Sungai Gondangdia Tanggul," paparnya.
Menurutnya, luapan air sungai tersebut mulai meluap di pemukiman penduduk sejak pukul 18.00 Wib, Kamis (12/2/2026).
(Imam Nawawi/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik