DLH Tana Tidung Jadwalkan Bersih-bersih Rutin di Perkantoran dan Fasum, Libatkan ASN dan RT
Junisah February 13, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemkab Tana Tidung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tana Tidung memastikan kegiatan bersih-bersih lingkungan akan dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tana Tidung.

Kepala DLHTana Tidung, Mashuri, mengatakan program tersebut tidak hanya difokuskan di lingkungan perkantoran, tetapi juga menyasar fasilitas umum (fasum) secara berkala.

“Kita akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan itu secara rutin dengan melibatkan seluruh ASN yang ada di lingkungan Pemkab Tana Tidung,” ujar Mashuri kepada TribunKaltara.com, Jumat (13/2/2026).

Mashuri menjelaskan, selain membersihkan area kerja masing-masing, pihaknya juga menjadwalkan kegiatan pembersihan fasilitas umum setidaknya sebulan sekali.

Baca juga: Aksi Bersih-bersih Sungai, Momen Hari Bakti ke-80 PU, Harapkan Banjir di Tarakan Bisa Ikut Teratasi

“Di samping kita membersihkan di lingkungan kerja, nantinya juga akan membersihkan fasilitas umum yang kita jadwalkan mungkin sebulan sekali,” katanya.

Menurut Mashuri, kegiatan ini diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh dari semua lapisan.

“Harapannya ini bisa menjadi edukasi buat masyarakat bahwa kita perlu menjaga lingkungan untuk tetap bersih. Jadi kita dari pemerintah daerah melakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin, harapan kita masyarakat juga bisa mengikuti,” ucapnya.

Ia mendorong peran aktif pemerintah kecamatan dan desa, bahkan hingga tingkat RT, untuk menggalakkan kerja bakti di lingkungan permukiman.

“Mungkin dari kecamatan dan juga desa bisa melakukan itu. Di RT juga seharusnya lebih aktif lagi di lingkungan pemukiman untuk mengantisipasi selokan-selokan yang sumbat,” jelasnya.

Baca juga: Gerakan Hari Bersih-Bersih Sedunia, Dinkes dan DLH Tana Tidung Gelar Aksi Cek Kesehatan Gratis

Mashuri menegaskan, DLH Tana Tidung tetap melakukan pembersihan drainase sesuai kemampuan yang ada.

Namun menurutnya, keterlibatan masyarakat akan sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Kita dari DLH Tana Tidung tentu tetap melakukan pembersihan selokan sesuai kemampuan kita. Tapi alangkah lebih baik lagi kalau RT itu aktif juga, paling tidak seminggu sekali kerja bakti,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini fokus penanganan berada di wilayah darat, karena untuk sungai menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Kita fokuskan di bagian darat, karena untuk wilayah sungai itu kewenangan BWS, bukan di kita,” katanya.

Terkait pembersihan sungai, Mashuri mengakui adanya keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berjalan.

DUKUNG PENILAIAN ADIPURA - Petugas Dishub dan Damkar saat bersih-bersih di Halte DAMRI Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Jumat (31/10/2025). Bersih-bersih dilakukan untuk dukung penilaian Adipura. (TribunKaltara.com/Rismayanti)
ILUSTRASI BERSIH_BERSIH - Petugas Dishub dan Damkar saat bersih-bersih di Halte DAMRI Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, (TribunKaltara.com/Rismayanti) 

“Memang dari Pemkab belum bisa maksimal, apalagi ini lagi efisiensi anggaran. Mudah-mudahan anggaran kita segera kembali normal, jadi kami akan melakukan gagasan lagi untuk bersih-bersih sungai,” ungkapnya.

Ia berharap BWS dapat bergerak dan melakukan koordinasi dengan daerah-daerah yang dilalui Sungai Sesayap, seperti Kabupaten Malinau, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung.

“Kita berharap dari BWS bisa bergerak, termasuk ada koordinasi dengan daerah yang dilalui Sungai Sesayap seperti Malinau, Tarakan, Nunukan dan kita di KTT,” tutupnya.

Melalui kolaborasi lintas daerah dan partisipasi aktif masyarakat, DLH berharap upaya menjaga kebersihan lingkungan di Tana Tidung dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.