JASAD Buda Masih Tertimbun Longsor di Kintamani, Hingga Kini Belum Berhasil Evakuasi
Anak Agung Seri Kusniarti February 13, 2026 10:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Nasib malang dialami I Nyoman Buda, Jumat 13 Februari 2026.

Pria asal Banjar Peselatan, Desa Suter, Kintamani, Bangli, itu tertimbun tanah longsor saat memotong bambu di wilayah Banjar Suter, sekitar pukul 15.30 Wita.

Karena hari gelap, dan material longsor relatif tebal, sehingga proses evakuasi korban pun dihentikan, dan akan dilakukan Sabtu besok. 

Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Bangli, I Wayan Wardana, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata dia, korban diduga tertimbun longsor saat dengan memotong bambu.

 "Saat memotong bambu, korban persis berada di bawah tebing, baik sisi barat dan timur," katanya. Berdasarkan keterangan warga yang biasa diajak memotong bambu di kawasan TKP, kata dia, proses potong bambu ini sudah dilakukan hampir tiga pekan.

Bahkan korban selama ini telah membuat bedeng untuk beristirahat. "Di lokasi korban mendirikan bangunan darurat untuk memudahkan istirahat," ujarnya.

Baca juga: VIRAL Warga Nikah di Kantor PHDI Badung, Ternyata Tanpa Mengurangi Makna Prosesi Upakara

Baca juga: SAMPAH Juga Jadi Sorotan Wapres Gibran ke Gubernur Bali, Ini Pesannya Pada Koster

Evakuasi - Masyarakat bersama petugas gabungan berusaha mengevakuasi I Nyoman Buda yang tertimbun longsor di Desa Suter, Kintamani, Bangli, Jumat 13 Februari 2026. (Tribun Bali/ISTIMEWA)

Diketahui bahwa proses potong bambu sebelum kejadian tersebut sudah hampir selesai. Di mana bambu hasil potong itu beberapa di antaranya telah dinaikkan ke truck.

Dilakukan oleh dua orang yang membantu korban. Antara potongan bambu dengan truk ini berjarak sekitar 500 meter. 

Namun, saat dua warga tersebut balik ke lokasi bambu, merek tidak melihat korban di tempat. Keduanya hanya melihat lokasi tempat menaruh bambu sudah tertimbun material longsoran tebing. Hal tersebut pun dilaporkan ke warga dan aparat setempat.

Tak berselang lama, banyak warga dan petugas gabungan turun ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian korban.

Namun, besarnya material longsoran menyulitkan upaya evakuasi tim dengan alat manual. Sehingga harus menurunkan alat berat dari Dinas PUperkim Kabupaten Bangli.

"Berkenaan situasi sudah mulai gelap dan di lokasi kejadian mulai turun hujan serta menghindari risiko longsor susulan, sehingga diputuskan upaya pencarian akan dilanjutkan besok pagi," ujar Wardana. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.