Siswi SMP jadi korban Penyekapan dan Rudapaksa oleh Kakak Kelas di Rumah Kosong Driyorejo Gresik
Dyan Rekohadi February 13, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kasus dugaan rudapaksa dalam penyekapan yang dialami seorang siswi SMP di Gresik akhirnya terbongkar setelah setahun ditutupi.

Korban yang masih duduk dibangku kelas VIII atau, kelas 2 SMP sempat diam dan menutupi apa yang dialaminya karena takut dengan ancaman pelaku.

Tapi begitu peristiwa pilu itu terungkap, pihak keluarga korban langsung melapor ke polisi.

Berdasarkan penelusuran SURYA.CO.ID diketahui korban disetubuhi di sebuah rumah kosong di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Korban selain mendapat tindakan asusila, juga mengalami tindakan penyekapan. 

Terduga pelaku adalah kakak kelasnya yang disebut-sebut salah satu anggota gangster.

Baca juga: DPO Gangster Kampung Lamongan Ciut Nyali, Diantar Orangtuanya Menyerahkan Diri Ke Polres Gresik

 

Kronologis Kejadian

Kondisi pahit ini disampaikan ayah korban berinisial CY berusia 44 tahun. 

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu (27/12/2025) lalu.

Setelah sekian lama, kasus ini baru terkuak pada 15 Januari 2026.

Pada saat itu, putrinya pamit ke luar rumah hendak bakar-bakar bersama temannya.

CY pun memberikan izin dikarenakan pada akhir pekan.

Namun, hingga pukul 19.00 WIB, korban tak kunjung pulang. CY berusaha menghubungi putrinya melalui WA.

Namun korban tak menjawab. Ditelepon berulang kali juga tak dijawab.

"Pada saat itu, saya menunggu istri pulang bekerja untuk mencari keberadaan anak saya. Karena sampai pukul 10 malam (22.00 WIB), anak saya belum juga pulang ke rumah," ujarnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB. Istrinya pulang.

Tak perlu waktu lama, CY dan istrinya langsung mencari keberadan korban di rumah teman-teman korban hingga ke Waduk Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Namun, korban tidak diketahui keberadaannya.

"Saya dan istri saya pun pulang dan kembali mencoba telepon anak saya. Pas malam itu diangkat tapi tidak ada suara. Kemudian dimatikan, pas saya telepon lagi tidak diangkat sampai tidak bisa ditelepon lagi," bebernya.

Malam itu membuat mereka berdua gelisah. Hingga keesokan harinya, putrinya pulang ke rumah.

Sekitar pukul 08.00 WIB. Tak ayal, seabrek pertanyaan bercampur rasa khawatir langsung tertuju pada korban.

Korban berusaha menutupi apa yang terjadi. Dia mengaku usai menginap di rumah temannya.

"Kami pun percaya. Tapi sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya di panggil pihak sekolah. Dari sanalah kita tahu anak saya dilecehkan oleh kakak kelasnya," tegasnya.

Dari situlah, peristiwa yang menimpa putrinya terbongkar.

Baca juga: Polres Gresik Kejar 5 DPO Gangster yang Resahkan Warga

 

Di Bawah Ancaman Senjata Tajam

Saat berada di rumah, korban menceritakan yang sebenarnya, bahwa malam itu, diajak kakak kelasnya berinsial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya.

Namun, setelah diajak keliling menggunakan sepeda motor, korban di ajak ke rumah kosong.

Di sana, korban bercerita diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum.

"Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu," bebernya.

Keputusan itu merubah hidup putrinya. Terduga pelaku, GBA memberi ancaman kepada korban agar mau melayani nafsu bejatnya.

Bahkan saat CY menelepon putrinya, pelaku sempat mengancam putrinya itu agar tidak mengatakan apapun jika ingin pulang ke rumah dengan selamat.

"Jadi, pelaku ini kan anggota Gangster. Karena banyak sajam di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam gitu. Anak saya di sekap dan diperkosa, saya tidak terima akhirnya saya lapor polisi," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso membenarkan adanya laporan tersebut.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

"Benar kami sudah menerima laporannya. Saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan," tutupnya. (wil)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.