SURYA.co.id SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima secara langsung kedatangan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN Oybek Eshonov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (13/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menjajaki peluang kerja sama sister province antara Jawa Timur dengan Samarkand, yakni kota tertua di Asia Tengah dan terbesar kedua di Uzbekistan.
“Selamat datang di Jawa Timur, His Excellency Bapak Oybek. Beliau menyampaikan harapan kemungkinan kita bisa melakukan penandatanganan kerja sama Sister Province antara Jawa Timur dengan Samarkand,” kata Gubernur Khofifah.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan proses perizinan bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan.
Setelahnya, tanda tangan protokol baru bisa dilakukan sebelum meminta persetujuan DPRD saat kunjungan Gubernur Samarkand ke Jawa Timur tanggal 4 sampai 7 April mendatang.
Baca juga: Alasan Megawati Hangestri Putus Kontrak dengan Klub Turkiye Manisa BBSK, Diumumkan Resmi
“Jawa Timur dan Samarkand ini punya hubungan spiritual dan keagamaan yang erat. Dari pondok pesantren kita, banyak sekali kunjungan religi ke makam dari Syekh Imam Bukhari karena mereka banyak mengkaji hadits Imam Bukhari. Sekarang pun rombongan dari Pesantren Ploso Kediri dipimpin langsung oleh Kyai Nurul Huda juga sedang berada di Samarkand,” jelasnya.
“Bukan itu saja, wali songo di Jawa Timur. Jadi betapa banyak pesantren di Jawa Timur juga ada yang berasal dari Samarkand, yaitu Syekh Maulana Malik Ibrahim,” imbuhnya.
Jadi pada dasarnya, saat ini dikatakan Khofifah Jatim juga tengah membangun kekuatan spiritualitas dari perspektif budaya dalam hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya Jawa Timur-Samarkand.
Saat ini, hubungan Jawa Timur dan Uzbekistan menunjukkan tren positif dalam bidang perdagangan.
Pada periode Januari-Oktober 2025, nilai ekspor nonmigas Jawa Timur ke Uzbekistan mencapai US$9,36 juta, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, dengan tren pertumbuhan rata-rata lima tahun terakhir yang cukup tinggi.
Baca juga: SBY Saksikan LavAni Menang Telak 3-0, Jadi Tim Pertama yang Lolos Final Four Proliga 2026
Komoditas utama ekspor Jawa Timur meliputi lemak dan minyak nabati, produk makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton.
Sedangkan, nilai impor Jawa Timur dari Uzbekistan tercatat sebesar US$43,06 juta, dengan komoditas utama berupa pupuk yang berkontribusi penting bagi sektor pertanian kami.
Sementara itu, Dubes Oybek mengatakan bahwa ini kali keduanya mengunjungi Jawa Timur. Dirinya memberikan apresiasi tinggi untuk Gubernur Khofifah yang telah menerima kehadirannya dan menyambut baik rencana hubungan bilateral kedua daerah.
“Terima kasih, Bu Gubernur, yang telah mengatur pertemuan ini. Gubernur Samarkand menyampaikan salam hormat. Tadi kita sudah berdiskusi dan banyak hal yang kita bicarakan. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk kedua belah pihak dan semoga mempererat hubungan kami,” pungkasnya.