BANGKAPOS.COM -- Pramugari Bus Indorent, Naura Rindha Cantika (21), tewas dalam insiden kecelakan yang terjadi di ruas Jalan Tol Solo–Ngawi KM 566 A, Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Sebelum meninggal dunia, pramugari bus yang dikenal dengan nama Cantika itu sempat mengunggh sebuah postingan di akun media sosialnya.
Kini unggahan terakhir Cantika itu banjir komentar duka dari warganet.
Diketahui Cantika semasa hidup dikenal aktif di medsos terutama platform tiktok dengan akun @Cantika_can5.
Di akun tersebut 7516 follower dengan jumlah like mencapai 85 ribu.
Cantika diketahui masih aktif 18 jam sebelum kecelakaan maut merenggut nyawanya.
Baca juga: Sosok Abdullah Alaydrus Suami Pedangdut Lady Rara, Berprofesi Pesulap dan Model, Keturunan Arab
Adapun di postingan terakhir, Cantika membagikan video tengah bernyanyi diiringi lagu Dadi Siji karya Mas Jono.
Tak ada caption apapun yang dituliskan Cantika pada postingan video terakhirnya tersebut.
Warganet yang berteman dan mengenal Cantika langsung membanjiri postingan dengan menuliskan ucapan duka.
“Masih 17 jam yang lalu, memang kita tidak bisa menghindari takdir,” komentar lainnya.
“Ini beneran?” tulis warganet dengan nada tak percaya.
Kepergian Cantika menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan rekan kerja, tetapi juga bagi warganet yang mengenalnya melalui media sosial.
Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat Bus
Indorent bernomor polisi B 7107 TGE melaju dari arah barat ke timur di lajur kanan atau lajur cepat.
Baca juga: Sosok Firdha Razak Ibunda Rafi Ikhsan Muharam, Laporkan Menantu ke Polisi Kasus Dugaan Perzinaan
Bus tersebut dikemudikan oleh Achmad Fajrin Dermawan (35), warga Kabupaten Tegal.
Di depannya melaju sebuah truk boks Isuzu Elf bernomor polisi B 9503 PXV yang dikemudikan Pujianto (35), warga Kabupaten Batang.
“Menurut keterangan saksi, pengemudi bus kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya sehingga terjadi tabrakan, di mana bagian depan bus menabrak bagian belakang truk boks,” terang AKP Yuliana.
Akibat benturan itu, bus kehilangan kendali, oleng ke kiri, menabrak pembatas jalan, masuk ke parit, dan terguling.
Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti.
“Penyebab pasti kecelakaan masih kami dalami lebih lanjut,” tegas AKP Yuliana.
Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengamankan kendaraan sebagai barang bukti.
Korban meninggal dunia dalam insiden ini adalah pramugari bus, Naura Rindha Cantika.
Puluhan Orang Luka-luka
Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika yang dikonfirmasi Jumat (13/2/2026) membenarkan tewasnya seorang pramugari dan 32 orang terluka.
"Korban tewas bernama Naura Rindha Cantika (21), seorang pramugari bus. Sementara 32 orang terluka," kata Yuliana.
Para penumpang sebagian besar mengalami luka pada bagian kepala, tangan, dan kaki.
Sementara pramugari yang duduk tepat di sisi kiri depan bus meninggal dunia karena luka berat setelah benturan keras saat sisi bus yang terbentur parit. Bahkan, bagian kiri bus ringsek.
"Dugaannya sopir lalai tidak memerhatikan arus lalu lintas saat menyalip," jelas Yuliana.
Untuk korban meninggal jenazahnya dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk kepentingan visum.
Sedangkan para korban luka menjalani perawatan di RS At-Tin Husada dan RS Widodo Ngawi.
(Bangkapos.com/Tribun-Medan.com/Kompas.com)