Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Video yang memperlihatkan kendaraan dinas Satpol PP milik Pemerintah Kabupaten Kupang terseret arus banjir di Sungai Pinang, Desa Nuataus, Kecamatan Fatuleu Barat, viral di media sosial dan memicu beragam komentar publik.
Sebagian warganet menduga sopir nekat menerobos banjir. Namun fakta di lapangan menunjukkan kendaraan tersebut terjebak akibat banjir bandang yang datang secara tiba-tiba.
Peristiwa dramatis itu terjadi usai rangkaian kegiatan kerja Bupati Kupang, Yosef Lede, di wilayah Kecamatan Fatuleu Barat, Jumat (13/2/2026).
Dalam agenda tersebut, Bupati Yosef Lede bersama rombongan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik SD kelas 1 dan SMP kelas 7 se-Kecamatan Fatuleu Barat yang dipusatkan di SDI Siumolo.
Baca juga: Kabupaten Kupang Siap Dukung PON XXII NTT-NTB 2028, Usul Pembangunan Stadion Bertaraf Nasional
Rombongan juga meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir serta kondisi jembatan yang rubuh di Desa Siumolo.
Sebagai bentuk respons cepat, pemerintah daerah bahkan menurunkan satu unit alat berat excavator untuk melakukan normalisasi Kali Siumolo guna mengurangi dampak banjir bagi warga sekitar.
Sekitar pukul 10.45 Wita, usai seluruh rangkaian kegiatan, rombongan bertolak kembali menuju Kantor Bupati Kupang dan tiba di Sungai Pinang.
Staf Prokopim Kabupaten Kupang, Lily, menjelaskan bahwa saat mobil patroli (patwal) Satpol PP memasuki kali, kondisi air masih relatif aman dan belum setinggi ban kendaraan.
Di dalam aliran sungai terdapat jalur crossway yang sempit dan licin, sehingga pengemudi sempat mengambil ancang-ancang untuk melintas.
“Ketika mobil masuk, air belum tinggi. Tapi tiba-tiba banjir besar datang dari arah hulu dan arusnya sangat kuat hingga menyeret mobil,” ungkap Lily kepada wartawan.
Terseret 500 Meter
Arus deras yang datang mendadak membuat mobil kehilangan kendali dan terseret sekitar 500 meter dari titik awal. Kendaraan sempat terombang-ambing sebelum akhirnya tertahan oleh sebuah pohon besar di tepi sungai.
Di dalam mobil terdapat tiga orang, yakni seorang anggota Satpol PP sebagai pengemudi, seorang kameraman Prokopim, serta ajudan Bupati Kupang. Saat kejadian, mobil Bupati diketahui masih berada di pinggir sungai.
Melihat situasi darurat tersebut, Bupati Yosef Lede bersama beberapa staf langsung turun dari kendaraan untuk memberikan pertolongan.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambah Lily.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena medan sungai yang ekstrem dan licin. Warga setempat bersama tim menggunakan bantuan satu unit alat berat untuk menarik kendaraan ke lokasi yang lebih aman.
Meski berhasil dievakuasi, mobil mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan dengan bebatuan dan material yang terbawa arus.
Salah satu korban selamat, Jhon Humau, kameraman Prokopim, mengisahkan detik-detik mencekam saat banjir datang.
Menurutnya, mobil sebenarnya hampir keluar dari kali ketika sopir mencoba mengambil haluan di jalur sempit dan licin.
“Tiba-tiba banjir besar muncul dari arah kiri. Tingginya sekitar dua meter dan langsung menghantam mobil,” ujarnya.
Selama kendaraan terseret, para penumpang berusaha tetap tenang dan tidak membuka pintu karena arus sangat kuat. Setelah mobil tersangkut di pohon, barulah mereka keluar dan menyelamatkan diri.
Bantah Spekulasi
Keterangan resmi dari Prokopim Kabupaten Kupang sekaligus membantah tudingan bahwa kendaraan menerobos banjir.
Pihaknya menegaskan mobil tidak nekat melintasi arus besar, melainkan terjebak akibat banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dari hulu.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat melintasi sungai atau jalur rawan banjir, terutama di musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mengimbau warga untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melintasi aliran air apabila terjadi peningkatan debit secara mendadak. (nov)