Tahun Kuda Api, Semangat Pantang Menyerah dan Optimisme Ekonomi di Tanjung Selor
Budi Susilo February 13, 2026 11:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang, membawa harapan besar bagi masyarakat Tionghoa di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Tahun ini, yang ditandai dengan shio Kuda Api, diyakini akan menjadi momentum kebangkitan melalui kerja keras dan keberanian.

Ketua Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa (LPTT) Tanjung Selor, Satya Bahari atau yang akrab disapa Abay, menjelaskan bahwa karakter Kuda Api identik dengan kekuatan, energi yang meluap, serta keberanian dalam mengambil keputusan.

“Kuda dikenal memiliki ketangkasan dan semangat tinggi. Ketika bertemu dengan unsur api, energinya menjadi berlipat ganda. Ini adalah simbol bahwa tahun 2026 adalah saat yang tepat untuk bekerja ekstra keras dan berani menangkap peluang,” ujar Abay saat berbincang di kediamannya, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Antisipasi Kelangkaan Jelang Imlek dan Ramadhan, Bupati Malinau Panggil 9 Pengelola SPBU

Secara filosofis, Kuda Api melambangkan keteguhan yang menjadi oase di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat sedang melesu.

Abay menegaskan bahwa keberuntungan di tahun ini tidak akan datang kepada mereka yang hanya menunggu.

“Rezeki tidak datang begitu saja. Shio Kuda Api menekankan pada usaha nyata. Jika kita bergerak dan berusaha, rezeki pasti akan menyusul. Kuncinya adalah aksi, bukan sekadar menanti keajaiban,” tambahnya menekankan pentingnya etos kerja.

Jaga Api Tetap Terkendali

Namun, di balik energi besar tersebut, terdapat peringatan halus bagi masyarakat. Sifat api yang dinamis bisa menjadi destruktif jika tidak dibarengi dengan pengendalian diri.

Abay mengingatkan agar setiap perbuatan dan keputusan besar tetap dipertimbangkan secara matang untuk menghindari gesekan sosial maupun kerugian pribadi.

“Api jika tidak dijaga bisa membesar dan tak terkendali. Artinya, selain semangat yang membara, kita harus tetap bijak. Jangan gegabah dalam melangkah,” tuturnya.

Terkait persiapan perayaan Imlek di ibu kota Kalimantan Utara, Abay menilai atmosfer tahun ini jauh lebih aman dan kondusif dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini memberikan rasa tenang bagi masyarakat Tionghoa untuk menjalankan tradisi dan ibadah.

“Tahun ini kita merasakan suasana yang sangat aman. Semoga semua rangkaian perayaan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkas Abay optimis. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.