TRIBUNNEWS.COM - Persis Solo semakin terpuruk sebagai satu-satunya tim di Super League 2025/2026 yang belum merasakan kemenangan di kandang sendiri.
Tren buruk ini telah berlangsung hampir 10 bulan, membuat Laskar Sambernyawa kesulitan lolos dari ancaman degradasi.
Hasil imbang 2-2 melawan Madura United di pekan ke-21, Jumat (13/2/2026) sore WIB di Stadion Manahan, semakin memperpanjang puasa kemenangan mereka di rumah.
Ya, Persis Solo tengah mengalami periode sulit yang ditandai dengan rekor tanpa kemenangan di kandang selama hampir 10 bulan.
Kemenangan terakhir di Stadion Manahan terjadi pada 27 April 2025, saat mereka mengalahkan Persita Tangerang 1-0 di musim Liga 1 sebelumnya.
Di musim ini, tim besutan Milomir Seslija belum mampu memenangi satu pun laga kandang, termasuk dua pertandingan awal putaran kedua.
Dari total 10 laga kandang musim ini, Persis hanya meraih hasil tiga kali imbang dan sisanya berakhir dengan kekalahan, yang membuat mereka terjebak di dasar klasemen dengan raihan 12 poin.
Terbaru, di laga melawan Madura United di pekan ke-21 ini, Persis nyaris kalah meski bermain di depan pendukung sendiri, tapi berhasil selamat berkat gol injury time.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija mengaku bahwa masalah ini menjadi tekanan psikologis bagi anak asuhnya.
"Kami menyadari tekanan besar mengenai rekor 10 pertandingan tanpa kemenangan di Manahan. Ini adalah beban psikologis bagi para pemain," ucap Milomir Seslija seusai pertandingan melawan Madura United, Jumat (13/2).
"Kami memulai pertandingan dengan sedikit gugup, dan kesalahan di babak pertama membuat kami harus mengejar ketertinggalan."
"Namun, karakter yang ditunjukkan pemain untuk menyamakan kedudukan di menit-menit akhir menunjukkan bahwa tim ini memiliki jiwa petarung," lanjutnya.
Baca juga: Persis Solo vs Madura United Imbang 2-2, Coach Milo Sebut Anak Asuhnya Banyak Salah Sendiri
Meski begitu, pelatih yang akrab disapa Coach Milo itu tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.
"Tetapi saya tetap mengucapkan terima kasih kepada para pemain saya," ucap Milo.
"Mereka telah berjuang hingga akhir. Pertandingan hari ini sangat sulit karena kami menghadapi tim yang sangat terorganisir seperti Madura United."
"Hasil imbang 2-2 ini tentu bukan hasil yang kami inginkan, terutama karena kami bermain di rumah sendiri di depan pendukung kami," kata pelatih asal Bosnia tersebut.
Sementara itu, gelandang Persis Solo Zanadin Fariz juga mengungkapkan kekecewaannya atas hasil ini.
Namun ia menegaskan bahwa dirinya dan tim selalu berusaha yang terbaik di setiap pertandingan.
"Ya yang pasti, kalau dibilang kecewa ya pasti sangat kecewa," ucap Zanadin saat ditemui Tribunnews di Mixed Zone Area Stadion Manahan.
"Karena ini partai home. Kita belum ada menang. Cuman kita sebagai tim saling menguatkan dan selalu berusaha buat menampilkan yang terbaik di setiap pertandingan, apalagi di home. Kita juga ingin menang, tapi ya memang hasil memang kurang memuaskan," ucap pemain yang biasa disapa Ucil tersebut.
Lebih lanjut, Zanadin berharap para suporter untuk terus mendukung Persis Solo di tengah terpuruknya tim musim ini.
"Ya yang pasti selalu dukung kami terus, selalu support kami terus dengan situasi yang seperti ini. Ya kami berharap selalu ada di belakang kami," tutupnya.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)