TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta berpotensi menjadi tim musafir setelah tidak dapat menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Macan Kemayoran tidak bisa memakai SUGBK setelah laga terakhir kalah 0-2 dari Arema FC pada pekan ke-20 Super League 2025/2026, Minggu (8/2/2026).
Striker Persija Jakarta, Gustavo Almeida pun memberi pesan kepada The Jakmania.
Gustavo berharap dukungan penuh dari suporter, dalam hal ini The Jakmania, agar Persija bisa mewujudkan targetnya di musim ini.
"Saya juga ingin mengatakan kepada suporter yang selalu mendukung kami. Terus percaya dengan kami karena ini belum berakhir. Mungkin di sepak bola terjadi seperti itu," ujar penyerang asal Brasil ini.
"Anda menang banyak, tidak seorang pun mengatakan itu. Tapi, ketika Anda kalah sekali, orang-orang di luar mulai berteriak dan menertawakan kami."
"Namun, Anda perlu terus fokus dan berjuang. Saya berharap para suporter tetap percaya dan memberikan energi kepada kami di lapangan."
"Para pemain yang ada punya perasaan untuk terus mencoba dan berjuang hingga laga terakhir. Pada akhirnya, saya berharap musim ini kita bisa mencapai target," jelasnya.
Gustavo Almeida tak menampik bahwa terusirnya Persija dari SUGBK menjadi sebuah kendala di saat tim berupaya bangkit dari kekalahan.
Persija kembali harus terusir dari kandang lantaran Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan digunakan oleh Timnas Indonesia dan tengah dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah FIFA Series pada Maret mendatang.
Sebelumnya, Macan Kemayoran juga harus terusir dari Jakarta International Stadium (JIS) dikarenakan stadion tersebut digunakan untuk konser dan setelah itu dilakukan renovasi pada rumputnya.
Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sempat dikabarkan jadi opsi kandang baru Persija.
Namun, tampaknya pasukan Mauricio Souza akan kembali menggunakan JIS.
Melihat situasi terkini dari timnya, Gustavo mengakui merupakan sebuah masalah ketika harus berpindah-pindah kandang.
"Iya, ini masalah bagi kami. Namun, ini masalah yang jauh lebih berat untuk orang-orang di belakang mencari stadion yang bagus untuk kami bermain serta para suporter yang membantu kami, karena itu sangat, sangat penting," kata Gustavo dikutip dari Kompas.com di GOR Soemantri Brodjonegoro (PJ Arena), Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Diketahui, Persija sepertinya harus segera mencari kandang baru untuk tiga pertandingan kandang ke depan.
Adapun tiga laga kandang itu melawan PSM Makassar, Borneo FC, dan Dewa United.
Meski begitu, Persija masih tetap berusaha untuk memakai JIS agar bisa menggelar tiga pertandingan kandang tersebut.
Hal itu diutarakan oleh Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno.
Diky mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan final terkait stadion yang akan digunakan Persija untuk tiga laga kandang tersebut.
Ia membenarkan bahwa Persija tidak bisa memakai SUGBK.
Sehingga opsi pemindahan venue masih dalam proses komunikasi intensif dengan berbagai pihak.
"Untuk saat ini belum ada kepastian. Komunikasi masih berjalan, tetapi belum ada keputusan final. Setahu saya memang masih dalam tahap pembahasan," ujar Diky.
Menurutnya, manajemen Persija telah melakukan peninjauan langsung ke JIS untuk melihat kondisi rumput.
Hasilnya, terdapat progres signifikan pada kesiapan JIS meski keputusan resmi belum diumumkan.
"Progres terakhir kami bertemu dengan panitia pelaksana di JIS dan melakukan peninjauan bersama. Mereka cukup optimistis JIS bisa digunakan," kata Diky dikutip dari Bolasport.com.
Diky menambahkan, secara pribadi pihak pengelola JIS juga yakin seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum pertandingan terdekat melawan PSM Makassar.
Meski begitu, ia menegaskan penentuan venue sepenuhnya berada di tangan panpel Persija.
Sehingga publik dan pendukung diharapkan menunggu pengumuman resmi.
"Dari pihak JIS juga optimistis pekerjaan bisa selesai sebelum pertandingan tanggal 20 Februari di sana," tutup Diky.