Kapal Perang AS Tabrakan dengan Kapal Logistik Saat Isi Ulang BBM di Laut
Saifullah February 14, 2026 12:33 AM

Dua pelaut mengalami luka ringan dalam insiden ini, namun keduanya kini dalam kondisi stabil.

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Insiden tabrakan antara kapal perusak berpeluru kendali USS Truxtun dan kapal suplai cepat USNS Supply di Laut Karibia pada Rabu (11/2/2026), menyoroti tantangan besar dalam operasi pengisian ulang bahan bakar di laut. 

Dua pelaut mengalami luka ringan dalam insiden ini, namun keduanya kini dalam kondisi stabil.

Tabrakan terjadi saat kedua kapal melakukan replenishment at sea (RAS), yakni pemindahan bahan bakar dan logistik ketika kapal berlayar berdampingan.

Proses ini menuntut koordinasi presisi karena kapal harus bergerak sangat dekat.

Meski rutin dilakukan, risiko tabrakan tetap tinggi, terutama dalam kondisi laut yang dinamis.

USNS Supply, meski dimiliki Angkatan Laut, biasanya dioperasikan oleh pelaut sipil, sehingga koordinasi dengan kru militer menjadi lebih kompleks.

Baca juga: VIDEO 2 Kapal Perang AS Berbenturan di Laut Karibia, USS Truxtun dan USNS Supply

Misi di Karibia

Kedua kapal diketahui sedang menjalankan misi di kawasan Karibia sebagai bagian dari operasi militer yang diperintahkan Presiden Donald Trump.

Fokus utama operasi adalah memerangi perdagangan narkoba di jalur laut Amerika Tengah dan Selatan.

Selain itu, militer AS juga menegakkan sanksi terhadap Venezuela pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal Januari.

USS Truxtun sendiri baru dikerahkan dari Pangkalan Norfolk, Virginia, awal Februari 2026.

Komando Selatan AS menyatakan penyebab tabrakan masih dalam penyelidikan.

Kedua kapal telah kembali berlayar dengan aman.

Insiden ini menambah sorotan terhadap intensitas operasi militer AS di Karibia.

Dalam beberapa bulan terakhir, militer AS tercatat melakukan lebih dari 38 serangan terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, menunjukkan eskalasi operasi di kawasan tersebut.

Tabrakan ini memperlihatkan sisi rapuh dari operasi logistik militer di laut lepas.

Meski teknologi dan pelatihan kru sangat maju, faktor manusia dan kondisi alam tetap menjadi tantangan.

Lebih jauh, insiden ini menegaskan bahwa pengerahan militer AS di Karibia bukan hanya soal menghadapi kartel narkoba.

Tetapi juga bagian dari strategi geopolitik Amerika Serikat dalam menjaga pengaruh di Amerika Latin.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.