Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Awal Semester Genap 2025/2026 di Balai Sidang fakultas setempat, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (13/2/2026).
Rektor Universitas Andalas (UNAND), Dr Efa Yonnedi SE MPPM saat mengisi kuliah umum tema “Dari Konflik Global ke Laporan Keuangan: Tantangan Akuntansi atas Risiko Geopolitik dan Iklim” menyampaikan, perspektif baru tentang bagaimana dunia saat ini menghadapi ketidakpastian besar yang berasal dari dua faktor utama, yakni risiko geopolitik dan perubahan iklim.
“Perubahan yang terjadi dalam politik global dan kondisi iklim bukan hanya masalah sosial dan politik, tetapi juga berdampak langsung pada dunia ekonomi, bisnis, dan akuntansi,” jelas Dr Efa saat kuliah umum dipandu Dosen Departemen Akuntansi FEB USK, Intan Farhana SE MCom.
Baca juga: PKM Berdampak, Mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues Bantu Petani Bangun Demplot Tanaman Cepat Panen
Menurutnya, empat perubahan struktural utama yang sedang terjadi di dunia saat ini yang berpengaruh besar terhadap perekonomian global, yakni pergeseran geostrategis, bifurkasi demografis, perubahan iklim, dan percepatan teknologi. Salah satu kunci keberhasilan organisasi dan individu dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan adalah melalui kemitraan antara manusia dan teknologi.
“Dalam hal ini, teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi, tidak lagi dipandang sebagai alat yang menggantikan manusia, tetapi sebagai mitra yang dapat bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi,” ucap Efa.
Sementara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof Dr Faisal SE MSi MA dalam sambutannya menyampaikan, kuliah umum memberikan wawasan yang luas kepada mahasiswa dan dosen terkait pentingnya beradaptasi dalam ketidakpastian geopolitik dan perubahan iklim global.
“Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, kita berharap akan terbentuknya generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia yang penuh dengan perubahan dan tantangan global”, pungkas Prof Faisal.(*)