TRIBUNNEWS.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, jadwal kegiatan belajar mengajar bagi para siswa mengalami sejumlah penyesuaian.
Berdasarkan rilis estimasi jadwal libur sekolah tahun 2026, para siswa akan mendapatkan waktu istirahat di awal puasa serta libur panjang untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai periode libur dan waktu masuk sekolah selama bulan Ramadan 2026 berdasarkan ketetapan yang dihasilkan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno:
1. Libur Awal Ramadan (16 – 22 Februari 2026)
Pada awal bulan Ramadan, siswa diberikan waktu libur untuk beristirahat dan melakukan pembelajaran di luar satuan pendidikan.
Kebebasan untuk tak menggelar pembelajaran secara tatap muka di sekolah pada awal puasa ini diterapkan untuk mempersiapkan diri menjalankan ibadah puasa Ramadan bersama keluarga.
Periode ini berlangsung selama satu minggu, mulai dari tanggal 16 hingga 22 Februari 2026.
Namun demikian, tanggal 18 hingga 20 masih melakukan proses pembelajaran di luar satuan pendidikan.
2. Kegiatan Belajar selama Ramadan (23 Februari – 15 Maret 2026)
Setelah masa libur awal puasa berakhir, siswa akan kembali ke sekolah mulai tanggal 23 Februari hingga 15 Maret 2026.
Selama periode ini, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, namun dengan penyesuaian durasi jam sekolah guna mendukung kekhusyukan ibadah di bulan puasa.
3. Libur Hari Raya Idul Fitri (16 – 29 Maret 2026)
Menjelang perayaan Idul Fitri, siswa akan mendapatkan libur panjang mulai tanggal 16 hingga 29 Maret 2026.
Masa libur ini dimaksudkan agar para siswa dapat bersilaturahmi dan berkumpul bersama keluarga di hari kemenangan.
4. Masuk Sekolah Kembali (30 Maret 2026)
Setelah rangkaian libur Lebaran selesai, siswa dijadwalkan kembali melakukan aktivitas sekolah secara normal mulai tanggal 30 Maret 2026.
Ramadan 2026 yang segera tiba menjadi momentum bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa sebagai salah satu amalan wajib.
Berdasarkan buku Pendidikan Agama Islam Kelas VIII, puasa didefinisikan sebagai aktivitas menahan diri dari segala hal yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, yang disertai dengan niat dan syarat tertentu.
Niat Puasa Ramadan
Membaca niat merupakan salah satu rukun puasa yang tidak boleh terlewatkan.
Niat dilakukan pada malam hari dan selambat-lambatnya sebelum fajar menyingsing. Untuk mengantisipasi agar tidak terlupa, umat Islam dianjurkan mengucapkan niat puasa setelah menunaikan salat tarawih.
Baca juga: Niat Puasa Ramadan 2026 Lengkap Beserta Keutamaan dan Dalilnya
Bacaan Niat Puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa
Artinya: "Saya berniat puasa Ramadan esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena menaati perintah Allah Ta’ala."
Agar ibadah semakin sempurna, umat Islam dianjurkan menjalankan hal-hal yang disunnahkan, antara lain:
- Membaca doa ketika berbuka puasa.
- Memperbanyak sedekah kepada sesama.
- Menghidupkan malam dengan salat malam (termasuk tarawih).
- Tadarus atau membaca Al-Qur’an.
Sebaliknya, penting untuk memperhatikan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti:
- Makan dan minum secara sengaja.
- Muntah yang disengaja.
- Berhubungan suami istri di siang hari.
- Keluarnya darah haid atau nifas.
- Gila atau mengalami gangguan jiwa.
- Keluarnya cairan mani dengan sengaja.
Baca juga: Jelang Ramadan, Anggota Komisi VI DPR Soroti Ketersediaan Stok BBM dan LPG Nasional
Selain hal-hal yang membatalkan secara fisik, umat Islam juga harus waspada terhadap perbuatan yang dapat mengurangi atau menghilangkan pahala puasa.
Segala perbuatan yang dilarang agama seperti berbohong, membicarakan keburukan orang lain (ghibah), hingga mencaci maki, sepatutnya dihindari agar keberkahan Ramadan tetap terjaga.
(Tribunnews.com/Bobby)