Reaksi Prabowo Tudingan MBG Pemborosan, Habiskan 1,2 Triliun Per Hari, Masih Banyak Siswa Keracunan
Salomo Tarigan February 14, 2026 11:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com- Beginilah reaksi Presiden Prabowo Subianto menanggapi pihak  yang menuding program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya menghamburkan uang, menghabiskan anggaran.

Prabowo menyampaikan keheranannya pada pihak pihak yang selalu mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan beberapa diantaranya yang melontarkan kritikan sejak program tersebut diluncurkan adalah profesor.

“Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang,” kata Prabowo dalam peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Meskipun demikian Presiden tidak menyebutkan siapa profesor yang dimaksud.

PEKERJA SPPG- Sejumlah Pekerja SPPG di dapur MBG Deli Serdang sedang menyiapkan pendistribusian untuk ke sekolah beberapa waktu lalu.
PEKERJA SPPG- Sejumlah Pekerja SPPG di dapur MBG Deli Serdang sedang menyiapkan pendistribusian untuk ke sekolah beberapa waktu lalu. (IST)

Yang pasti kata Presiden kritikan yang menyebut program MBG menghambur-hamburkan uang adalah bentuk kampanye untuk menjatuhkannya. 

Padahal kata Presiden anggaran yang digunakan untuk program MBG adalah hasil penghematan APBN.

“Yang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan alasan kenapa ia melakukan efisiensi.

Selain anggaran hasil efisiensi bisa digunakan untuk program prioritas, juga untuk mencegah kebocoran anggaran.

“Kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi. Akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi. Budaya menghabiskan anggaran, budaya menggelumbungkan anggaran,” katanya.

Prabowo mengatakan program MBG berjalan karena dirinya yakin akan program tersebut.

Menurut Presiden banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan MBG, terutama anak-anak yang  kekurangan gizi atau stunting.

Pemerintah kata Presiden harus intervensi langsung menangani masalah tersebut.

“Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia,” pungkasnya.

Kumpulkan Video

 Prabowo Subianto meminta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk mengumpulkan video video yang menyebut Indonesia pasti gagal di bawah pemerintahannya.

Selain itu video yang menyebut program MBG Ini merupakan penghinaan kepada Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2/2026).

"Pak Qodari tolong dikumpulin ya video klip-video klip yang ramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya menghina bangsa indonesia, MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia," katanya.

Mendengar perintah itu, Qodari yang sebelumnya duduk langsung berdiri dan memberikan gestur hormat, sebagai tanda siap atas perintah tersebut.

Kepala Negara mengaku tidak habis pikir, dirinya yang mau menyelamatkan anak anak Indonesia melalui program MBG, malah dituduh menghina.

Padahal sejak menjabat Letnan Dua di militer,  Prabowo mengaku sudah siap mengorbankan nyawanya untuk Indonesia.

"Saya siap mati untuk republik kok saya sampai hati mau menghina, tidak. Saya, sisa sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan membangun republik indonesia," katanya

Target 82 Juta Penerima

Prabowo mengaku yakin, program MBG akan berjalan sesuai target yakni 82 juta penerima.

Pemerintah terus berupaya agar program-program prioritas berjalan dengan baik sesuai dengan rencana.

"Saya ingin mati di atas jalan kebenaran, saya ingin mati membela kebenaran, keadilam dan keselamatan rakyat, kehormatan bagi seorang prajurit mati untuk rakyatnya,  masa saya mau menghina. tapi sudah lah sekarang kita buktikan bersama," pungkasnya.

Anggaran 1,2 Triliun Per Hari

Badan Gizi Nasional (BGN) mengelola anggaran besar di tahun 2026. 

Dengan total dukungan APBN 2026 sebesar  Rp335 triliun.

Program makan bergizi gratis akan habiskan Rp 1,2 Triliun per hari.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut anggaran harian BGN setara anggaran kementerian lain dalam setahun.

Dalam situs resmi BGN, Dadan menyebut anggaran, SDM dan infrastuktur menjadi kunci dalam pelaksanaan program MBG. 

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam kegiatan konsolidasi regional peningkatan tata Kelola MGB di wilayah Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta dan Banten pada Senin (13/10/2025). 

Ia menyebut ada tiga fondasi dalam memastikan program MBG ini berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan.

Meski begitu, di sejumlah wilayah masih terjadi kasus siswa keracunan usai santap MBG.

Ratusan Siswa Keracunan MBG di Sidikalang pada 12 Februari 2026

Sebanyak 154 siswa Sekolah Menengah Kejuruan HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis viral di Sosial Media.

Puluhan murid SMK Swasta Arina Sidikalang juga mengalami keracunan usai menyantap MBG.

Dikabarkan 211 orang yang jadi korban keracuinan MBG dari dua sekolah tersebut.

Keracunan MBG Puluhan Siswa SMP Negeri 1 Laguboti

Sebelumnya, puluhan siswa di SMP Negeri 1 Laguboti juga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/10/2025).

KERACUNAN MBG - Tim medis saat mengevakuasi siswa SMP Negeri 1 Laguboti ke rumah sakit karena diduga keracunan MBG, Rabu (15/10/2025). D
KERACUNAN MBG - Tim medis saat mengevakuasi siswa SMP Negeri 1 Laguboti ke rumah sakit karena diduga keracunan MBG, Rabu (15/10/2025). D (DOK DINKES TOBA)

Sejumlah anak dirawat di RS HKBP Balige. 

Siswa mengaku mulai merasakan gejalanya setelah jam pulang sekolah.

Tak hanya pelajar, relawan SPPG tersebut juga mengalami hal sama sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di RS HKBP Balige.

17 orang dirawat di RSU HKBP Balige, terdiri dari 16 siswa dan 1 relawan SPPG, sementara 30 orang lainnya dirawat di RSUD Porsea. 

Keracunan MBG di Purworejo

Pada awal Oktober 2025, terjadi dugaan keracunan massal yang melibatkan lebih dari 100 siswa SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah, setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Total korban diduga mencapai lebih dari 110-127 orang, termasuk siswa dan guru, dengan gejala mual, muntah, diare, pusing, dan lemas.

KERACUNAN - Para korban keracunan MBG sedang menjalani Perawatan di Puskesmas Bubutan Purworejo pada Jumat (3/10/2025) Para korban keracunan sedang menjalani Perawatan di Puskesmas Bubutan Purworejo pada Jumat (3/10/2025)
KERACUNAN - Para korban keracunan MBG sedang menjalani Perawatan di Puskesmas Bubutan Purworejo pada Jumat (3/10/2025) Para korban keracunan sedang menjalani Perawatan di Puskesmas Bubutan Purworejo. (KOMPAS.COM/BAYU APRILIANO)

Kasus Serupa di SMA Negeri 2 Kudus

Kasus keracunan diduga akibat menu MBG bukanlah yang pertama terjadi.

Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengalami gejala keracunan setelah menyantap ayam suwir kuah soto pada Rabu, 28 Januari 2026.

Hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengungkap adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada kuah soto dan sambal yang disajikan.

Temuan ini menjadi dasar evaluasi dan perbaikan program MBG di daerah tersebut.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari yang mengolah makanan tersebut belum memenuhi standar kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan.

"Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh penyelenggara MBG agar standar kebersihan dan keamanan pangan tidak ditawar," tegas Nanik.

Investigasi Seluruh Dapur

Menanggapi kejadian-kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi menyeluruh terhadap dapur-dapur penyedia MBG dan memperkuat pengawasan serta pendampingan teknis.

Penegakan standar operasional prosedur (SOP) menjadi fokus utama untuk memastikan program MBG berjalan aman dan berkualitas.

Kepala BGN Minta Maaf

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa para penerima manfaat MBG dan berjanji akan melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Atas kejadian itu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf.

BGN telah melakukan investigasi dan analisis terhadap beberapa SPPG yang terlibat dalam kejadian tersebut. 

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: tribunnews.com/tribunmedan.com

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.