Wadhwani Foundation belum lama menyampaikan via rilis bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat SMK, bekerja sama dengan Wadhwani Foundation, melalui Wadhwani Skilling Network (WSN), untuk memastikan setiap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tanah air bisa memahami, mengimplementasikan, dan menjadi mitra program JobReady yang ditenagai AI (artificial intelligence). Hal ini bertujuan untuk penguatan kesiapan kerja para lulusan SMK tersebut.
Hal memastikan program JobReady bersangkutan dilakukan pada pertemuan nasional daring bagi seluruh SMK di Indonesia yang diselenggarakan Direktorat SMK dan WSN. Pertemuan nasional daring tersebut diikuti oleh para kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta murid SMK. Dengan memahami, mengimplementasikan, dan menjadi mitra yang dimaksud; suatu SMK diklaim didorong untuk mengintegrasikan pengembangan soft skill secara terstruktur sebagai bagian dari jalur pendidikan kejuruan yang sudah berjalan.
Wadhwani Foundation lebih lanjut menjelaskan JobReady sebagai inisiatif penguatan kesiapan kerja yang ditawarkan sepenuhnya tanpa biaya bagi para institusi pendidikan dan peserta didik. Program JobReady dirancang selaras dengan kebutuhan industri dan memanfaatkan teknologi untuk memastikan kualitas pembelajaran yang konsisten di berbagai wilayah. Kemitraan Wadhwani Foundation di Indonesia saat ini mencakup ratusan SMK, puluhan perguruan tinggi, dan politeknik.
“Dunia kerja membutuhkan lulusan yang kompeten secara teknis sekaligus adaptif, berkarakter, dan memiliki soft skills yang kuat. Melalui kolaborasi dengan Wadhwani Foundation Indonesia, kami ingin memastikan setiap SMK memiliki akses pada program kesiapan kerja yang relevan dan berkualitas untuk mendukung transisi siswa ke dunia kerja,” kata Adrianus Patiung (Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah).
“Kolaborasi nasional bersama Kemendikdasmen ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap SMK di Indonesia memiliki akses terhadap program kesiapan kerja yang berkualitas, relevan, dan berbasis hasil. Melalui JobReady, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Ini menjadi bagian dari komitmen Wadhwani Foundation mendukung 3 juta penempatan kerja hingga 2030,” sebut Herdian Mohammad (Vice President WSN & Country Director Wadhwani Foundation).
Wadhwani Foundation menambahkan program JobReady mencakup 79 jam pembelajaran terstruktur, 75 micro-modul, serta 11 penilaian kompetensi, dengan pendekatan pembelajaran hibrida yang mengombinasikan pembelajaran mandiri berbasis digital dan pendampingan di kelas. Para pembelajar juga didukung oleh Wadhwani GenieAI. Merupakan asisten berbasis AI, Wadhwani GenieAI membantu simulasi wawancara kerja, penguatan materi, serta pemberian umpan balik personal secara cepat.
Sebagai bagian dari model kemitraan, Wadhwani Foundation mengatakan sebuah SMK yang bergabung akan memperoleh dukungan menyeluruh, mulai dari orientasi, panduan implementasi, sertifikasi, sampai akses platform pembelajaran digital. Pendekatan ini dirancang agar penguatan kesiapan kerja bisa terintegrasi secara praktis ke dalam sistem pendidikan kejuaran yang sudah ada tanpa menambah beban administratif para sekolah.
Bagi SMK yang tidak mengikuti pertemuan nasional daring yang telah diselenggarakan, Wadhwani Foundation pun ingin membuka peluang kemitraan tanpa biaya. Melaluinya, Wadhwani Foundation mengeklaim suatu SMK yang belum turut serta akan bisa mengimplementasikan program JobReady tanpa dipungut biaya.